BeritaDPRD KaltengLegislatif

DPRD Kalteng Dorong Perusda Perkuat Bisnis dan Tingkatkan Kontribusi bagi Daerah

53
×

DPRD Kalteng Dorong Perusda Perkuat Bisnis dan Tingkatkan Kontribusi bagi Daerah

Sebarkan artikel ini

Palangka Raya. eNewskalteng.com – DPRD Kalimantan Tengah meminta sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) meningkatkan kinerja agar keberadaannya mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal terhadap perekonomian dan pendapatan daerah.

Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Yohanes Freddy Ering, mengatakan masih terdapat sejumlah perusahaan daerah yang dinilai belum mampu menunjukkan performa sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Ia menyebut beberapa BUMD, di antaranya Bank Kalteng, PT Jamkrida dan PT Banama Tingang Makmur, masih perlu melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas perusahaan.

“Perusahaan daerah, baik Bank Kalteng, Jamkrida maupun Banama Tingang Makmur, tentu kita harapkan bisa menunjukkan kinerja yang lebih optimal,” ujar Freddy, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, peluang pengembangan bisnis bagi perusahaan daerah sebenarnya cukup besar. Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah memperluas kerja sama dengan perusahaan swasta berskala besar yang menjalankan usaha di wilayah Kalimantan Tengah.

Kerja sama tersebut dapat diarahkan pada berbagai sektor strategis, termasuk rantai pasok, distribusi barang, hingga penyediaan jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan besar.

“Peluangnya sebenarnya cukup banyak. Perusda bisa membangun kemitraan dengan perusahaan besar, terutama dalam memanfaatkan jalur distribusi barang dan jasa yang ada,” jelasnya.

Freddy menilai peluang tersebut perlu dimanfaatkan secara lebih serius agar perusahaan daerah tidak hanya mengandalkan penyertaan modal dari pemerintah. Perusda diharapkan mampu mengembangkan model bisnis yang sehat dan menghasilkan keuntungan secara mandiri.

Ia juga menyoroti kondisi PT Banama Tingang Makmur yang selama ini mendapat perhatian publik karena dinilai belum memberikan keuntungan secara maksimal dan masih membutuhkan dukungan modal pemerintah.

Menurut Freddy, persoalan peningkatan kinerja bukan hanya menjadi tantangan Banama Tingang Makmur. Sejumlah perusahaan daerah lainnya juga perlu melakukan evaluasi agar mampu meningkatkan pendapatan dan menekan potensi kerugian.

“Bukan hanya Banama Tingang Makmur, Jamkrida juga masih perlu didorong. Walaupun tingkat kerugiannya bisa diminimalkan, tetap harus ada upaya agar perusahaan bisa menghasilkan keuntungan,” katanya.

Ia menegaskan, keberadaan BUMD seharusnya tidak berhenti pada fungsi pelayanan atau pengelolaan aset daerah semata. Perusahaan daerah juga harus mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi dan memberikan nilai tambah bagi pemerintah maupun masyarakat.

Karena itu, DPRD Kalteng mendorong jajaran manajemen masing-masing BUMD untuk melakukan inovasi, memperluas jaringan usaha, serta mencari peluang kemitraan baru yang berpotensi meningkatkan pendapatan.

Freddy berharap evaluasi dan pembenahan kinerja dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga BUMD di Kalteng semakin profesional, sehat secara keuangan, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi daerah.