Palangka Raya, eNewskalteng.com – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Maryani Sabran, meminta pemerintah daerah menjadikan pembangunan jalan dan jembatan di wilayah pelosok sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan. Menurutnya, keberadaan infrastruktur dasar sangat menentukan kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan, kesehatan, serta menggerakkan roda perekonomian.
Maryani menilai masih banyak daerah di Kalteng yang menghadapi keterbatasan akses akibat minimnya infrastruktur. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak yang harus menempuh perjalanan dengan risiko tinggi untuk menuju sekolah. “Lebih baik kita memprioritaskan hal-hal yang memang menjadi kebutuhan utama di Kalteng. Contohnya pembangunan jembatan untuk akses anak-anak ke sekolah. Masih ada anak-anak yang bahkan tidak memakai sepatu dan harus menyeberang sungai karena tidak ada jembatan,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan pembangunan jalan, jembatan, dan sarana pendukung lainnya harus menjadi perhatian serius pemerintah karena menjadi fondasi bagi pemerataan pembangunan di seluruh wilayah, terutama kawasan pedesaan dan daerah terpencil. Menurutnya, keterbatasan infrastruktur tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga membatasi akses terhadap pelayanan publik, kegiatan ekonomi, hingga peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Maryani berharap anggaran daerah lebih diarahkan pada program-program yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat dibandingkan kegiatan yang bersifat seremonial. “Kalau saya pemegang kebijakan, jangankan jembatan, jalan pun pasti akan saya bangun. Kita harus bekerja dengan hati. Saat merancang anggaran, pikirkanlah dengan matang apa yang benar-benar menjadi prioritas di Kalteng,” tegasnya.
Maryani menjelaskan, pandangannya tersebut berangkat dari hasil kunjungan kerja ke berbagai desa di wilayah pedalaman. Dari hasil pemantauan langsung, ia masih menemukan banyak kebutuhan infrastruktur yang belum terpenuhi dan memerlukan penanganan segera. “Saat kami berkunjung ke desa-desa, di situlah kami melihat langsung kondisi masyarakat yang sebenarnya. Apa yang saya sampaikan ini berdasarkan fakta di lapangan, bukan tanpa dasar. Saya sering turun langsung ke pelosok-pelosok desa di Kalteng,” tutupnya.(kaer)












