BeritaInternasional

Kapasitas Waduk Sri Lanka Turun Jadi 47,3 Persen di Tengah Cuaca Kering

7
×

Kapasitas Waduk Sri Lanka Turun Jadi 47,3 Persen di Tengah Cuaca Kering

Sebarkan artikel ini

KOLOMBO, 7 September (Xinhua), eNewskalteng.com — Kondisi cuaca yang kering dan panas dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan total kapasitas waduk di Sri Lanka terus menurun dan kini berada di kisaran 47,3 persen, menurut Departemen Irigasi setempat pada Senin (7/9). Meski volume air mengalami penurunan, pemerintah memastikan persediaan yang tersisa masih mencukupi untuk mendukung kebutuhan hingga berakhirnya musim tanam Yala, yang secara tradisional berlangsung pada Mei hingga September.

Direktur Manajemen Air Departemen Irigasi H.M.P.S.D. Herath mengatakan cadangan air yang tersedia juga diperkirakan masih mampu memenuhi kebutuhan air minum masyarakat di wilayah yang sumber airnya bergantung pada waduk sampai datangnya musim hujan berikutnya. Namun, kondisi waduk utama menunjukkan tingkat ketersediaan air yang lebih rendah. Waduk-waduk utama yang berada di bawah pengelolaan Departemen Irigasi tercatat memiliki kapasitas air sekitar 34,4 persen.

Sementara itu, tingkat air di sejumlah waduk yang berada di distrik Ampara, Batticaloa, dan Trincomalee bahkan berada di kisaran 20 persen. Herath mengingatkan masyarakat agar meningkatkan penghematan penggunaan air, baik untuk kebutuhan pertanian maupun konsumsi sehari-hari.

Ia menjelaskan bahwa suhu udara yang tinggi turut mempercepat kehilangan air dari waduk akibat proses penguapan. Karena itu, penggunaan air secara bijaksana dinilai penting untuk menjaga ketersediaan cadangan hingga curah hujan kembali meningkat.(red)