BeritaInternasionalTeknologi

Tiongkok Matangkan Skema Dua Peluncuran untuk Pendaratan Berawak di Bulan

2
×

Tiongkok Matangkan Skema Dua Peluncuran untuk Pendaratan Berawak di Bulan

Sebarkan artikel ini
Uji penerbangan demonstrasi dan verifikasi pada ketinggian rendah untuk roket pengangkut Long March-10 serta uji pembatalan penerbangan pada kondisi tekanan dinamis maksimum untuk sistem pesawat antariksa berawak generasi baru Mengzhou berhasil dilaksanakan di Pusat Peluncuran Wahana Antariksa Wenchang, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pada 11 Februari 2026. (Xinhua/Wang Heng)

BEIJING, 1 November (Xinhua), eNewskalteng.com – Tiongkok tengah mematangkan persiapan misi pendaratan astronaut di Bulan dengan menerapkan skema dua peluncuran dan pertemuan wahana antariksa di orbit Bulan (two launches, lunar orbit rendezvous). Rencana tersebut disampaikan Wang Xiang, Wakil Kepala Perancang Program Antariksa Berawak Tiongkok sekaligus Kepala Perancang Program Eksplorasi Bulan, dalam Simposium Antariksa Berawak (Manned Space Symposium) ketujuh di Beijing, Sabtu (31/10).

Menurut Wang, skema tersebut akan menggunakan dua roket untuk mengirimkan wahana pendarat Bulan Lanyue dan pesawat antariksa berawak Mengzhou secara terpisah menuju orbit transfer Bumi-Bulan. Setelah mencapai orbit Bulan, kedua wahana akan melakukan pertemuan dan penambatan. Selanjutnya, para astronaut berpindah dari Mengzhou ke Lanyue untuk turun ke permukaan Bulan dan menjalankan misi penelitian ilmiah.

Wang menjelaskan, strategi tersebut disesuaikan dengan kemampuan teknologi dan infrastruktur antariksa Tiongkok saat ini. Pengembangan pesawat antariksa dan wahana pendarat secara terpisah juga memungkinkan standardisasi produksi serta mendukung pengembangan berbagai jenis wahana untuk misi jangka panjang. Meski menghadapi tantangan teknis yang besar, Tiongkok mengandalkan sistem mobilisasi sumber daya nasional untuk mendukung keberhasilan program tersebut.

Dalam pelaksanaannya, seluruh pengembangan telah diarahkan melalui satu kerangka kerja yang mencakup perencanaan sistem, standar teknis, dan persyaratan kualitas. Pendekatan desain terintegrasi juga diterapkan dengan mengutamakan pengujian dan verifikasi hubungan antarsubsistem. Hingga kini, pengembangan roket pengangkut Long March-10, pesawat antariksa berawak Mengzhou, dan wahana pendarat Bulan Lanyue dilaporkan berlangsung lancar.

Sejumlah tahapan pengujian penting juga telah diselesaikan. Di antaranya pengujian sistem pembatalan peluncuran Mengzhou pada ketinggian nol dan dalam kondisi tekanan dinamis maksimum, pengujian pendaratan serta lepas landas Lanyue, hingga uji demonstrasi dan validasi roket Long March-10 pada ketinggian rendah.

Wang menekankan bahwa eksplorasi Bulan perlu dilakukan secara bertahap, dimulai dengan memperluas pengetahuan dan membangun kemampuan teknologi sebelum mengarah pada pemanfaatan sumber daya Bulan. Karena itu, diperlukan rangkaian survei jangka panjang untuk memahami karakteristik satelit alami Bumi tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa misi eksplorasi Bulan berawak dan tanpa awak memiliki keterkaitan dalam pengembangan teknologi utama, infrastruktur, serta sumber daya manusia. Berbagai hasil pencapaian program eksplorasi Bulan Chang’e yang telah dijalankan Tiongkok pun diharapkan menjadi landasan penting dalam mewujudkan misi pendaratan astronaut di Bulan.(red)