BeritaEkonomiEksekutifPemprov Kalimantan Tengah

KADIN KALTENG AUDIENSI DENGAN DISBUDPAR, BAHAS SINERGI EKONOMI KREATIF DAN PARIWISATA

1
×

KADIN KALTENG AUDIENSI DENGAN DISBUDPAR, BAHAS SINERGI EKONOMI KREATIF DAN PARIWISATA

Sebarkan artikel ini
Foto Bersama Usai Audiensi. (Photo/Humas)

PALANGKA RAYA, eNewskalteng.com – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Tengah melakukan audiensi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (7/9/2026).

 

Audiensi yang berlangsung di Kantor Disbudpar Provinsi Kalimantan Tengah tersebut dipimpin WKU Bidang Ekonomi Kreatif, Nataliasi, didampingi WKU Bidang Perikanan Supeni Wirawati, Ketua Komite Tetap Pemasaran dan Konten Reksa dan diterima langsung oleh Plt. Kepala Disbudpar Provinsi Kalteng, Adi Soeseno, beserta jajaran bidang terkait.

 

Pertemuan membahas sinkronisasi Rencana Kerja 5 Tahun KADIN Kalteng 2026–2031, khususnya di bidang ekonomi kreatif, dengan program Disbudpar Provinsi Kalimantan Tengah. Selain itu, audiensi juga menjadi ruang penjajakan kerja sama antara dunia usaha, sektor pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif di Kalimantan Tengah.

 

Dalam pembahasan, KADIN Kalteng mengusulkan tiga program unggulan, yakni digitalisasi promosi dan pemasaran pariwisata, penguatan ekosistem ekonomi kreatif lokal, serta kemitraan event dan investasi pariwisata.

 

KADIN juga mendorong penguatan promosi destinasi wisata Kalteng melalui jaringan bisnis dan media, peningkatan keterhubungan UMKM kreatif dengan rantai pasok pariwisata, serta peluang keterlibatan dunia usaha dalam berbagai event pariwisata daerah.

 

Sebagai tindak lanjut, KADIN Kalteng mengusulkan ruang kerja sama melalui tiga klaster, yaitu Promosi dan Digitalisasi Pariwisata, Pengembangan Ekonomi Kreatif Lokal, serta Investasi dan Event Pariwisata.

 

Audiensi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara KADIN Kalteng dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih besar bagi dunia usaha dan pelaku UMKM daerah.(Zen)