WASHINGTON, 25 September (Xinhua), eNewskalteng.com – Lebih dari 80 tahun setelah pasukan Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) berjuang bersama melawan agresi Jepang dalam Perang Dunia II, sejarah perjuangan tersebut kembali dikenang dalam pertemuan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di Washington pada Kamis (24/9).

Saat menyambut Xi di Gedung Putih, Trump menyinggung hubungan kedua negara yang pernah menjadi sekutu dalam Perang Dunia II. Xi juga mengingat kembali sejarah ketika rakyat Tiongkok dan AS bekerja sama menghadapi agresi fasis. “Selama Perang Dunia II, rakyat Tiongkok dan Amerika berjuang bahu-membahu melawan agresi fasis. Rakyat Tiongkok tidak pernah melupakan bagian sejarah tersebut, begitu pula rakyat Amerika,” ujar Xi.
Trump mengatakan kepentingan bersama telah menghubungkan masyarakat kedua negara meski dipisahkan jarak dan perbedaan. Menurutnya, hubungan tersebut bahkan membawa Tiongkok dan AS menjadi sekutu selama Perang Dunia II. Dalam kesempatan itu, Trump turut mengenang peran Flying Tigers, yang secara resmi dikenal sebagai Kelompok Sukarelawan Amerika (American Volunteer Group) Angkatan Udara Tiongkok. Kelompok tersebut membantu pasukan dan masyarakat Tiongkok menghadapi invasi Jepang.
Trump juga menyinggung istilah “gung ho” yang menurutnya berkaitan dengan pengalaman Marinir AS bersama masyarakat Tiongkok. Istilah tersebut berasal dari gerakan Koperasi Industri Tiongkok yang berkembang pada akhir 1930-an untuk mendukung upaya perang Tiongkok. “Sebagaimana rakyat kita bekerja sama untuk memenangkan perang tersebut, Presiden Xi dan saya akan terus bekerja sama untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi kedua bangsa kita,” kata Trump.
Dalam jamuan makan malam kenegaraan pada Kamis malam, Xi kembali mengangkat sejarah kerja sama kedua negara, termasuk Rute Hump, jalur udara yang melintasi Himalaya dan menjadi salah satu koridor penting untuk memasok kebutuhan Sekutu selama perang. “Lebih dari 80 tahun lalu, rakyat Tiongkok dan Amerika berdiri bahu-membahu dalam perjuangan melawan agresor militeris Jepang,” ujar Xi.
Ia menyebut tentara dan warga sipil Tiongkok turut menyelamatkan ratusan pilot Amerika dengan pengorbanan besar selama periode Perang Perlawanan Melawan Agresi Jepang. Flying Tigers berperan dalam membuka dan menjaga Rute Hump, yang dari 1942 hingga 1945 menjadi salah satu jalur utama pasokan Sekutu untuk mendukung perjuangan Tiongkok melawan agresi Jepang. Pengingatan kembali sejarah aliansi masa perang tersebut disampaikan setelah Trump bertemu Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam rangkaian sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) di New York, dua hari sebelumnya.(red)












