Muara Teweh. eNewskalteng.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan dan rehabilitasi sosial bagi anak yang memerlukan penanganan khusus. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam rapat koordinasi yang melibatkan pemerintah pusat dan berbagai instansi terkait guna memperkuat sinergi penanganan anak secara terpadu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara, Drs. Muhlis, M.AP., mengikuti rapat koordinasi secara virtual bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88 Antiteror, Satgas Wilayah Kalimantan Tengah, serta sejumlah kementerian dan lembaga lainnya di Aula C Setda Barito Utara, Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara.
Rapat koordinasi membahas hasil asesmen terhadap anak yang memerlukan perlindungan khusus, langkah-langkah rehabilitasi sosial, mekanisme pendampingan, pemenuhan hak-hak anak, serta strategi penanganan yang melibatkan berbagai sektor agar proses pembinaan dapat berjalan secara optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Muhlis menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga sosial, keluarga, dan masyarakat.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Barito Utara siap mendukung setiap program pendampingan dan rehabilitasi yang direkomendasikan pemerintah pusat demi memastikan setiap anak memperoleh hak, perlindungan, serta kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Pemerintah Kabupaten Barito Utara berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor agar seluruh proses perlindungan, pembinaan, dan rehabilitasi sosial dapat berjalan secara efektif serta memberikan manfaat terbaik bagi anak-anak yang membutuhkan penanganan khusus,” ujar Muhlis.
Ia menjelaskan bahwa proses rehabilitasi tidak cukup hanya berfokus pada penanganan jangka pendek, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kondisi psikologis, sosial, pendidikan, serta lingkungan keluarga anak.
Pendekatan yang komprehensif tersebut diharapkan mampu membantu anak kembali menjalani kehidupan secara normal, memperoleh pendidikan yang layak, serta memiliki masa depan yang lebih baik.
Muhlis juga menegaskan pentingnya membangun lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat.
“Perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dibutuhkan peran aktif keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar setiap anak memperoleh rasa aman, perlindungan, serta kesempatan berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” tegasnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam meningkatkan kualitas layanan perlindungan anak, pendampingan, serta rehabilitasi sosial.
Ke depan, hasil rapat akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan instansi terkait agar setiap program perlindungan anak dapat dilaksanakan secara tepat sasaran, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak di Kabupaten Barito Utara.












