Palangka Raya, eNewskalteng.com – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran mengatakan, pendirian Pos Pengawasan Narkoba di Wilayah Puntun Palangka Raya yang dimotori oleh Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) yang saat ini pembangunannya masih berjalan tentunya diharapkan dapat menekan atau mencegah peredaran narkoba di wilayah tersebut. ‘’Saya rasa, tidak hanya di Puntun, pos-pos pengawasan narkoba seperti ini ke depannya juga harus dibangun, khususnya di daerah-daerah yang rawan peredaran narkoba, sehingga setidaknya suatu ketika Kalimantan Tengah benar-benar bebas narkoba,’’ tandas Gubernur Agustiar Sabran usai melaksanakan Sholat Subuh Berjama’ah bersama seluruh Pengurus Ormas Islam di Mushola Rujab Gubernur, Jum’at (3/6/2026).
Menurut Gubernur, para bandar narkoba di wilayah Kalimantan Tengah sudah semakin nekad dan berani, terbukti saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Kalamei, Kabupaten Katingan oleh jajaran anggota Satnarkoba Polres Katingan kemarin, seorang bandar narkoba yang menjadi target aparat setempat, malah berusaha melawan petugas yang melibatkan keluarga dan masyarakat sekitar yang tidak mengetahui kalau yang disasar aparat tersebut adalah seorang bandar narkoba. ‘’Karena itu saya atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah siap mendukung penuh terhadap segala bentuk pemberantasan narkoba oleh jajaran Polda Kalimantan Tengah dan juga Gerakan Dayak Anti Narkoba serta segenap Ormas Islam,’’ tandas Gubernur Agusitar Sabran.
Seperti diberitakan sebelumnya, penggerebekan terhadap terduga bandar narkotika yang dilakukan personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kamis (2/7/2026) dini hari, berakhir tragis. Seorang anggota Polri gugur, satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku tewas, sementara dua personel kepolisian hingga kini masih dalam pencarian.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan, fokus utama saat ini adalah mencari dua anggota Satresnarkoba yang belum ditemukan. “Benar ada kejadian itu dan saat ini kami masih fokus melakukan pencarian terhadap dua anggota yang belum ditemukan,” kata Dodik.
Ia menjelaskan, operasi bermula saat tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penggerebekan terkait tindak pidana narkotika dan berhasil mengamankan salah seorang terduga pelaku. Namun, situasi berubah ketika keluarga terduga pelaku secara tiba-tiba melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam jenis parang terhadap petugas yang sedang bertugas. “Pada saat salah satu pelaku sudah diamankan, tiba-tiba keluarga pelaku menyerang anggota menggunakan parang. Anggota di lapangan kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku meninggal dunia,” ujarnya.(red)












