Palangka Raya, eNewskalteng.com – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, HM. Khemal Nasery, mendorong Pemerintah Kota untuk memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan kualitas makanan yang diterima siswa benar-benar memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.
Menurut Khemal, pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga perlu melibatkan masyarakat. Ia menegaskan bahwa publik memiliki hak untuk ikut mengawal jalannya program yang menggunakan anggaran negara tersebut. “Masyarakat memiliki hak untuk ikut mengawasi. Pengawasan publik sangat penting karena program ini dibiayai dari uang rakyat sehingga harus berjalan transparan,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Ia menambahkan, keterlibatan orang tua siswa dan masyarakat sekitar sekolah dapat membantu memastikan program berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan asupan gizi anak. Khemal juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan menu yang tidak layak atau tidak sesuai standar. Dokumentasi temuan tersebut dinilai penting sebagai bahan evaluasi. “Jika menemukan menu yang tidak layak atau tidak sesuai standar, silakan didokumentasikan dan dilaporkan,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan pihak sekolah memiliki kewenangan untuk menolak menu MBG apabila kualitasnya tidak memenuhi ketentuan atau tidak layak konsumsi. Kebijakan tersebut harus dimanfaatkan demi menjaga kesehatan peserta didik. Lebih lanjut, Khemal menekankan agar pengelola program tidak hanya berorientasi pada efisiensi biaya atau keuntungan semata. Fokus utama harus tetap pada pemenuhan kebutuhan gizi anak. “Jangan sampai tujuan meningkatkan gizi anak justru terabaikan karena ingin menekan biaya atau mencari keuntungan,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, anggaran satu paket menu MBG ditetapkan sebesar Rp10 ribu per anak, sementara pengelola SPPG memperoleh alokasi Rp2 ribu untuk biaya operasional. Oleh karena itu, transparansi penggunaan anggaran menjadi kunci untuk mencegah potensi penyimpangan. Khemal menegaskan, peningkatan kualitas program harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan pengawasan ketat serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan tujuan utama program dalam meningkatkan gizi anak dapat benar-benar tercapai.(nis)












