BeritaEksekutifPemkab Kotawaringin Timur

Perputaran Uang di Sampit Expo 2026 Mencapai RP8 Miliar

68
×

Perputaran Uang di Sampit Expo 2026 Mencapai RP8 Miliar

Sebarkan artikel ini
Kadis Perindagkop UKM Kotim, Johny Tangkere, saat memberikan sambutan pada acara penutupan Sampit Expo 2026, di tennis indoor kawasan Stadion 29 Nopember Sampit, Rabu (14/1/2026). (Foto-Normansyah)

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Event tahunan Sampit Expo 2026 di Kabupaten Kotawaringin Timur resmi ditutup dengan pencapaian total nilai transaksi diperkirakan berada di kisaran RP7 hingga RP8 miliar. Ini memberikan dampak langsung terhadap perputaran uang bagi  ekonomi lokal yang semakin meningkat.

 

Dalam sambutan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kotim,  Johny Tangkere, menyebutkan bahwa selama sepekan pelaksanaan kegiatan, geliat ekonomi masyarakat terlihat meningkat seiring tingginya keterlibatan pelaku umkm dan antusiasme pengunjung, Rabu 14 Januari 2026.

 

Hal ini ia sampaikan pada acara penutupan Sampit Expo 2026 sekaligus penutupan Gelora Kriya Dekranasda Kotim dan Festival Budaya Habaring Hurung 2026 yang dipusatkan di kawasan Stadion 29 Nopember Sampit. Turut hadir dalam acara tersebut seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), tokoh masyarakat, tokoh adat dan lainnya.

 

“Saya menilai Sampit Expo tidak lagi sekadar pameran tahunan, melainkan telah berkembang menjadi ruang interaksi bisnis yang mempertemukan pelaku usaha, konsumen, dan mitra potensial. Rata-rata kunjungan harian mencapai sekitar 5.500 orang, dengan akumulasi lebih dari 44 ribu kunjungan selama acara berlangsung,” tandasnya.

 

Sedangkan total nilai transaksi selama Sampit Expo 2026 diperkirakan berada di kisaran RP7 hingga RP8 miliar. Ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memiliki dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi local.

 

“Saya berharap, ke depan Sampit Expo terus dikembangkan sebagai agenda strategis daerah yang mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan bagi pelaku usaha di kotim,’ ungkapnya.

 

Johny menjelaskan, capaian ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak, khususnya para pelaku usaha, UMKM dan mitra dagang lainnya. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang promosi produk unggulan, tetapi juga ruang kolaborasi, inovasi dan pertukaran ide pelaku ekonomi tinggi.

 

“Kondisi ini berperan penting dalam mendongkrak perputaran uang sekaligus menciptakan peluang kerja sama yang strategis baik secara lokal maupun nasional sehingga meningkatkan potensi Kotim di mata para pelaku usaha,” jelasnya. (man)