BeritaEkonomiEksekutifPemkab Kotawaringin Timur

MTQ dan FSQ ke-57 Momentum Pengamalan Nilai-Nilai Al-Qur’an Dalam Kehidupan

13
×

MTQ dan FSQ ke-57 Momentum Pengamalan Nilai-Nilai Al-Qur’an Dalam Kehidupan

Sebarkan artikel ini
Bupati Kotim Halikinnor saat membuka secara resmi MTQ dan FSQ ke-57 tingkat Kabupaten Kotim di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Sabtu malam (3/10/2026). (Foto-Ist)

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Sebanyak 429 peserta mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-57 tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur yang dipusatkan di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Oktober 2026, tersebut secara resmi dibuka Bupati Kotim Halikinnor, Sabtu (3/10) malam.

Ratusan peserta dari 17 kecamatan se-Kotim tersebut berkompetisi dalam 10 cabang lomba. Ajang ini sekaligus menjadi sarana menjaring qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik untuk mewakili Kotim pada MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

Halikinnor mengapresiasi Camat Mentaya Hulu beserta jajaran panitia dan masyarakat setempat yang telah mempersiapkan pelaksanaan MTQ dan FSQ ke-57. Ia juga menyambut para peserta dari seluruh kecamatan yang mengikuti berbagai cabang lomba.

Menurutnya, MTQ dan FSQ tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan syiar keagamaan maupun agenda seremonial rutin. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi momentum untuk menumbuhkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“MTQ harus mampu memberikan manfaat dan mewarnai pembangunan serta perilaku masyarakat dengan nilai-nilai Qur’ani,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Kotim selama ini memiliki kafilah yang cukup diperhitungkan dalam pelaksanaan MTQ, Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ), dan FSQ tingkat Provinsi Kalteng. Hal tersebut tidak terlepas dari pembinaan seni baca Al-Qur’an dan seni qasidah oleh pemerintah daerah bersama LPTQ dan LASQI.

Dia juga berpesan kepada dewan hakim, juri, dan panitera agar menjalankan tugas secara profesional dengan mengedepankan kejujuran, objektivitas, dan sportivitas dalam memberikan penilaian.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-57 Edison mengatakan, kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Oktober 2026. Sepuluh cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Tilawah Al-Qur’an dengan 60 peserta, Syarhil Qur’an 14 grup atau 42 orang, Qira’at Sab’ah Murattal 65 peserta, Tartil Qur’an 24 peserta, Fahmil Qur’an 24 peserta, Tahfizh Qur’an 63 peserta, Khat Qur’an 59 peserta, Makalah Al-Qur’an 14 peserta, Bintang Vokalis Pop Religi 38 peserta, serta Gambus 40 peserta.

“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat masyarakat dalam membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Selain itu, ajang ini menjadi sarana menjaring peserta terbaik untuk mewakili Kotim pada MTQ tingkat provinsi sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah,” tandasnya.

Adapun pembiayaan kegiatan bersumber dari APBD murni sebesar Rp1,5 miliar, APBD Perubahan Rp200 juta, serta dukungan sponsor dan donatur dari perusahaan maupun pengusaha sekitar Rp135 juta. Total dukungan anggaran mencapai kurang lebih Rp1,835 miliar.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Kotim, LPTQ dan LASQI, Forkopimcam Mentaya Hulu, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini,” punkasnya. (man)