BeritaInternasionalTeknologi

Industri NEV China Perluas Manfaat Global Lewat Investasi dan Teknologi

6
×

Industri NEV China Perluas Manfaat Global Lewat Investasi dan Teknologi

Sebarkan artikel ini
Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 4 Oktober 2025 ini memperlihatkan mobil-mobil yang siap untuk proses pengiriman dan ekspor di kawasan pelabuhan di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China timur. (Xinhua/Yang Suping)

GUANGZHOU, eNewskalteng.com – Kapal-kapal pengangkut kendaraan di sejumlah pelabuhan China terus membawa mobil listrik buatan negara tersebut menuju berbagai pasar internasional. Namun, bagi industri kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) China, pengiriman kendaraan ke luar negeri kini dipandang bukan sebagai tujuan akhir.

Pengunjung menyambangi stan merek mobil China Xpeng dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di Indonesia Convention Exhibition di Tangerang, Provinsi Banten, pada 24 Juli 2025. (Xinhua/Cen Yunpeng)

Ekspansi industri NEV China mulai memasuki tahap baru dengan mengedepankan kerja sama jangka panjang, pengembangan bisnis di negara tujuan, serta pembangunan ekosistem industri secara bersama-sama. Strategi tersebut membuat kehadiran kendaraan listrik China di pasar global tidak hanya berkaitan dengan penjualan produk. Investasi, penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, hingga pengembangan infrastruktur kendaraan listrik menjadi bagian dari model ekspansi yang semakin banyak diterapkan.

Data Asosiasi Produsen Otomotif China (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM) menunjukkan, China mengekspor 2,615 juta unit NEV sepanjang 2025. Jumlah tersebut meningkat 103,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren pertumbuhan semakin kuat pada 2026. Dalam enam bulan pertama tahun ini, ekspor NEV China mencapai 2,355 juta unit, naik 120 persen secara tahunan. Angka tersebut menempatkan kendaraan energi baru sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekspor otomotif China.

Perkembangan itu juga menunjukkan perubahan persepsi terhadap kendaraan listrik buatan China. Produk-produk tersebut kini tidak hanya bersaing melalui harga, tetapi juga dari sisi performa, teknologi pintar, fitur, serta desain kendaraan. Salah satu produsen yang memperluas pasar internasional adalah XPENG Motors. Perusahaan tersebut mengirimkan lebih dari 45.000 kendaraan ke pasar luar negeri pada 2025, meningkat 96 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Eropa menjadi salah satu pasar utama XPENG dengan kontribusi hampir separuh dari total pengiriman internasional perusahaan. Sementara itu, pasar Asia-Pasifik juga menunjukkan perkembangan yang kuat. Pada Maret 2026, XPENG mengumumkan rencana ekspansi selama tiga tahun untuk memperluas jangkauannya ke pasar Amerika Latin dengan target pengembangan pasar hingga 2028.

Langkah serupa dilakukan GAC Group. Perusahaan yang menempatkan pasar internasional sebagai salah satu sumber pertumbuhan utama tersebut mencatat ekspor 121.500 kendaraan dengan mereknya sendiri selama semester pertama 2026. Jumlah tersebut melonjak 132 persen secara tahunan. GAC menargetkan ekspor sebanyak 250.000 kendaraan sepanjang 2026 dan meningkatkan angka tersebut menjadi 1 juta unit pada 2030. Untuk mencapai target tersebut, GAC berencana memperluas jangkauan bisnisnya hingga sekitar 120 negara dan kawasan.

Bagi perusahaan otomotif China seperti BYD, GAC, dan XPENG, ekspansi internasional kini tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kendaraan yang terjual. Mereka mulai membangun strategi yang mencakup lisensi teknologi, produksi di negara tujuan, pengembangan jaringan layanan, serta penguatan identitas merek. Model tersebut dinilai dapat menciptakan hubungan yang lebih erat dengan pasar lokal sekaligus membuat ekspansi industri NEV China lebih berkelanjutan.

BYD, misalnya, telah melakukan kerja sama teknologi dengan sejumlah produsen otomotif global. Perusahaan tersebut melisensikan e-platform 3.0 kepada Toyota dan teknologi baterai Blade kepada Hyundai. Selain itu, standar pengisian daya yang dikembangkan BYD telah diadopsi oleh tujuh negara ASEAN. Kolaborasi teknologi semacam ini dapat membantu produsen otomotif lain mempercepat pengembangan kendaraan listrik sekaligus mendorong penggunaan standar industri yang lebih luas di kawasan.

XPENG juga memperluas kerja sama teknologinya dengan Volkswagen. Produsen kendaraan listrik China tersebut memasok sistem pengemudian otonom generasi kedua serta cip kecerdasan buatan Turing yang dikembangkan sendiri untuk digunakan Volkswagen secara global. Di sisi lain, pengembangan pasar luar negeri juga dilakukan melalui pembangunan fasilitas yang mendekatkan merek China dengan konsumen. Pusat pengalaman BYD, GAC, dan XPENG dengan konsep modern kini mulai bermunculan di sejumlah kawasan komersial di Eropa, Asia Tenggara, dan Timur Tengah. Kehadiran fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemasaran kendaraan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi membangun citra merek di pasar internasional.

Para produsen China juga membangun pusat layanan dan gudang suku cadang di sejumlah pasar utama. Infrastruktur tersebut membantu mempercepat proses perbaikan kendaraan serta mengurangi biaya dan waktu pemeliharaan bagi konsumen. Upaya membangun hubungan dengan pasar lokal turut dilakukan melalui keterlibatan dalam kegiatan masyarakat dan organisasi industri. Pada Februari 2026, misalnya, GAC Mexico bergabung dengan Asosiasi Mobilitas Listrik Meksiko untuk mendukung perluasan penggunaan kendaraan listrik sekaligus pengembangan infrastruktur pendukungnya.

Wakil Sekretaris Jenderal CAAM Chen Shihua mengatakan, peningkatan ekspor NEV China didukung oleh sejumlah faktor, mulai dari ketahanan rantai pasok hingga keuntungan skala produksi. Selain itu, kemampuan produsen China melakukan pengembangan dan pembaruan teknologi dalam waktu relatif cepat turut meningkatkan daya saing kendaraan di pasar internasional. Teknologi seperti sistem pengemudian otonom dan fitur interaksi kabin pintar menjadi bagian dari inovasi yang terus dikembangkan untuk menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan konsumen di berbagai negara. “Keunggulan-keunggulan ini terus meningkatkan daya saing produk dan membantu produk beradaptasi dengan kebutuhan pengguna di luar negeri,” kata Chen.(red)