BeritaDPRD PalangkarayaLegislatif

Karhutla Masih Mengancam, DPRD Minta Pengisian BBM Armada Pemadam Diprioritaskan

35
×

Karhutla Masih Mengancam, DPRD Minta Pengisian BBM Armada Pemadam Diprioritaskan

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan mobilitas tinggi dari armada pemadam. Karena itu, kelancaran pasokan dan pengisian bahan bakar minyak (BBM) dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kecepatan penanganan kebakaran di lapangan.

Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, meminta Pertamina dan pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memberikan prioritas kepada kendaraan operasional pemadam yang sedang bertugas menangani karhutla.

Menurutnya, armada pemadam memiliki kebutuhan operasional yang berbeda dibandingkan kendaraan masyarakat pada umumnya. Kendaraan tersebut harus siap bergerak sewaktu-waktu dan berpindah dari satu lokasi kebakaran ke lokasi lainnya.

“Khusus untuk armada pemadam kebakaran yang sedang bertugas menangani karhutla, saya minta Pertamina dan pengelola SPBU bisa memberikan prioritas saat pengisian BBM. Ini sangat menyangkut kecepatan waktu kita dalam menjinakkan api di lapangan,” ujar Subandi, Selasa (15/9/2026).

Subandi menilai antrean pengisian BBM berpotensi menghambat pergerakan armada, terlebih ketika petugas harus segera menuju titik kebakaran yang membutuhkan penanganan.

Terlebih, operasi pemadaman karhutla tidak hanya membutuhkan kendaraan yang siap digunakan, tetapi juga mobilitas tinggi untuk menjangkau lokasi dengan kondisi medan yang tidak selalu mudah. Armada juga harus membawa tangki air serta berbagai perlengkapan pemadaman.

“Jangan sampai petugas sudah siap tempur di lapangan, tetapi malah terkendala urusan BBM. Penanganan karhutla itu berpacu dengan waktu, sehingga dukungan logistik untuk armada pemadam harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Untuk itu, Subandi mendorong adanya koordinasi yang lebih kuat antara Pertamina, pengelola SPBU, dan pemerintah daerah selama masa penanganan karhutla.

Ia menegaskan, prosedur pengisian BBM tetap harus dijalankan. Namun, mekanisme pelayanan perlu diatur agar kendaraan operasional yang sedang bertugas tidak mengalami hambatan yang dapat memengaruhi respons pemadaman.

Selain akses prioritas, Subandi juga meminta ketersediaan BBM untuk armada pemadam dipastikan tetap aman selama penanganan karhutla berlangsung.

Menurutnya, jaminan pasokan BBM penting karena armada dapat melakukan pemadaman berulang di sejumlah titik yang membutuhkan penanganan cepat.

“Kalau BBM selalu tersedia dan proses pengisiannya difasilitasi dengan cepat, armada bisa langsung meluncur seketika. Jangan sampai masalah bahan bakar malah menjadi biang hambatan operasional dalam memadamkan api,” tandasnya.