BeritaDPRD KaltengLegislatif

Kabut Asap Mengancam Palangka Raya, DPRD Kalteng Dorong Pembagian Masker Gratis

5
×

Kabut Asap Mengancam Palangka Raya, DPRD Kalteng Dorong Pembagian Masker Gratis

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi.

Palangka Raya. eNewskalteng.com – Munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya mulai menjadi perhatian DPRD Kalimantan Tengah. Kondisi kualitas udara yang terdampak asap dinilai perlu diantisipasi untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, meminta Pemerintah Provinsi Kalteng segera mengambil langkah konkret dengan menyediakan dan membagikan masker secara gratis kepada masyarakat, terutama kelompok yang dinilai rentan terhadap dampak kabut asap.

Menurut Junaidi, bantuan masker dapat disalurkan melalui berbagai fasilitas pelayanan pemerintah, seperti dinas kesehatan, puskesmas, pustu, maupun lembaga sosial yang berada di tengah masyarakat.

“Pemerintah provinsi melalui dinas kesehatan, puskesmas, pustu, maupun lembaga sosial diharapkan bisa membantu menyalurkan masker secara gratis kepada masyarakat,” ujar Junaidi, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, penyediaan masker merupakan salah satu bentuk langkah perlindungan pemerintah terhadap masyarakat ketika kualitas udara mulai terganggu akibat asap karhutla.

Junaidi menilai masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas perlu mendapat perhatian lebih. Sebab, tidak semua keluarga memiliki kemampuan untuk menyediakan masker secara mandiri, terlebih apabila kondisi kabut asap berlangsung dalam waktu cukup lama.

“Bagi masyarakat yang mampu mungkin tidak menjadi persoalan. Tetapi bagi keluarga berpenghasilan rendah, membeli masker bisa menjadi beban tambahan, apalagi jika kebutuhan tersebut harus dipenuhi untuk seluruh anggota keluarga,” jelasnya.

Selain masyarakat umum, ia meminta pemerintah memberikan perhatian khusus kepada anak-anak usia sekolah. Menurutnya, aktivitas belajar mengajar harus tetap berlangsung dengan memperhatikan faktor kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Karena itu, pembagian masker gratis dinilai perlu diprioritaskan bagi pelajar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

“Kalau memungkinkan, pembagian masker gratis bisa diprioritaskan untuk anak-anak sekolah, baik SD, SMP maupun SMA. Ini penting agar mereka tetap terlindungi ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik,” katanya.

Junaidi juga mendorong pemerintah meningkatkan langkah antisipasi apabila kondisi kabut asap semakin meluas. Upaya perlindungan masyarakat, menurutnya, harus dilakukan sejak dini agar dampak kesehatan akibat paparan asap dapat diminimalkan.

Ia berharap pemerintah bersama seluruh pihak terkait dapat bergerak cepat memberikan perlindungan kepada masyarakat selama ancaman kabut asap masih terjadi.

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana masyarakat mendapatkan perlindungan. Pemerintah harus hadir dan mengambil langkah cepat, terutama bagi kelompok yang paling rentan,” pungkasnya.