BEIJING, 15 Agustus (Xinhua), eNewskalteng.com — Diplomasi tidak selalu dibangun melalui pertemuan resmi, perjanjian, maupun pembicaraan tingkat tinggi. Dalam sejumlah kesempatan, perhatian sederhana terhadap seseorang juga dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarmanusia dan antarnegara.

Presiden China Xi Jinping menunjukkan pendekatan tersebut dalam berbagai kunjungan luar negerinya. Melalui interaksi dengan veteran perang, anak-anak, petani, hingga pekerja industri, Xi kerap menampilkan sisi diplomasi yang menekankan ketulusan, penghormatan, dan kedekatan antarmasyarakat.
Saat Presiden Rusia Vladimir Putin berkunjung ke China pada Mei 2026, Xi mengajaknya mengunjungi pameran foto di Balai Agung Rakyat di Beijing yang mengangkat persahabatan antara China dan Rusia.
Keduanya mengamati sejumlah foto yang merekam perkembangan hubungan bilateral serta interaksi mereka dalam berbagai kesempatan. Salah satu foto yang menarik perhatian menampilkan Xi dan Putin bersama veteran Perang Dunia II Rusia, Evgeny Znamensky, di Lapangan Merah, Moskow, pada 9 Mei 2025.
Dalam foto tersebut, Xi duduk di antara Putin dan Znamensky, yang saat itu berusia 100 tahun. Veteran tersebut mengenakan jas dengan berbagai medali penghargaan atas pengabdiannya selama perang.
Znamensky kemudian mengenang pertemuannya dengan Xi. Menurutnya, suhu udara di Moskow pada hari itu berada di bawah 10 derajat Celsius. Xi memperhatikan kondisi sang veteran dan secara khusus meminta agar dia diberikan selimut.
“Presiden Xi khawatir saya mungkin kedinginan dan secara khusus meminta agar saya diberikan selimut,” kata Znamensky.
Bagi Znamensky, perhatian sederhana tersebut memiliki makna yang mendalam dan membuatnya semakin menghargai sikap Xi.
Tindakan tersebut juga mencerminkan pandangan Xi mengenai pentingnya hubungan antarmasyarakat dalam membangun hubungan antarnegara.
“Persahabatan, yang tumbuh dari hubungan yang erat antarmasyarakat, merupakan kunci bagi terjalinnya hubungan antarnegara yang sehat,” kata Xi saat membuka Forum Sabuk dan Jalur Sutra untuk Kerja Sama Internasional pada 2017.
PERHATIAN KEPADA VETERAN
Dalam berbagai kegiatan diplomatiknya, Xi kerap menyempatkan waktu untuk berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang. Sikap ramah dan perhatiannya terhadap orang-orang yang ditemuinya menciptakan sejumlah momen yang kemudian dikenang oleh mereka.
Saat mengunjungi Rusia pada Mei 2015, misalnya, Xi memberikan lencana peringatan kepada perwakilan veteran Rusia sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi mereka dalam kemenangan Perang Anti-Fasis Dunia.
Ketika melihat veteran Rusia Gaverdovsky mengalami kesulitan berjalan, Xi memilih menghampirinya daripada meminta sang veteran bergerak.
“Saya akan menghampiri Anda dan menyerahkan lencana ini kepada Anda! Anda tidak perlu bergerak,” ujar Xi.
Xi kemudian berjalan mendekati Gaverdovsky dan menyerahkan lencana tersebut secara langsung.
Perhatian itu membuat Gaverdovsky merasa tersentuh. Baginya, tindakan tersebut menunjukkan kepedulian yang tulus dari seorang pemimpin negara terhadap para veteran.
MENGINGAT WAJAH DAN CERITA LAMA
Kehangatan yang sama juga terlihat ketika Xi berinteraksi dengan generasi muda.
Dalam kunjungan kenegaraan ke Hongaria pada Mei 2024, Xi bertemu dengan Olah Tamara, seorang perempuan yang pernah memberikan bunga kepadanya ketika Xi berkunjung ke negara tersebut sebagai wakil presiden China pada 2009.
Ketika diberi tahu bahwa Tamara merupakan gadis yang sama dari 15 tahun sebelumnya, Xi ternyata masih mengingat pertemuan tersebut.
“Kamu sudah tumbuh besar sekarang. Dulu kamu hanya setinggi ini,” kata Xi sembari menunjukkan ukuran tinggi Tamara saat masih kecil.
Tamara mengaku terkejut dan tersentuh karena Xi masih mengingat dirinya setelah bertahun-tahun berlalu.
“Dia begitu hangat dan ramah,” ujarnya.
Dalam sejumlah kunjungan lainnya, Xi juga berinteraksi dengan anak-anak dan pelajar. Di Jerman, dia sempat mengingatkan anak-anak yang menyambutnya di tengah hujan agar menjaga kondisi tubuh dan tidak terserang flu.
Di Australia, Xi bertemu dengan siswa sekolah dasar yang sebelumnya mengirimkan surat kepadanya. Dia mengundang mereka untuk mengunjungi China dalam kegiatan studi dan mendorong agar komunikasi melalui surat terus dilakukan.
Sementara ketika mengunjungi sebuah sekolah menengah atas di Negara Bagian Washington, Amerika Serikat, Xi berbincang dengan para siswa mengenai olahraga, musik, dan kehidupan generasi muda.
KEDERKATAN DENGAN PETANI
Pengalaman masa muda Xi yang pernah bekerja dan tinggal bersama masyarakat pedesaan China juga menjadi salah satu latar belakang kedekatannya dengan para petani.
Dalam kunjungannya ke Kosta Rika pada 2013, Xi bersama istrinya, Peng Liyuan, mengunjungi sebuah keluarga petani.
Di sana, Xi berbagi pengalaman mengenai kehidupannya di pedesaan China. Dia mengatakan pernah menjadi seorang petani dan memahami kehidupan masyarakat yang bekerja di sektor tersebut.
Saat melihat perkebunan kopi milik keluarga itu, Xi tidak hanya menikmati kunjungan, tetapi juga aktif bertanya mengenai proses budidaya, produksi, hingga pemasaran kopi kepada pemiliknya, Marco Tulio Zamora.
Bagi Zamora, kunjungan tersebut menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Dia mengatakan jarang melihat seorang pemimpin negara berkunjung langsung ke rumah keluarga biasa dan berbicara secara dekat dengan mereka.
Keluarga tersebut, katanya, merasa sangat dihormati oleh kunjungan Xi.
KEHANGATAN DI LANTAI PABRIK
Kepedulian Xi juga terlihat ketika mengunjungi Pabrik Baja Smederevo di Serbia pada 2016.
Di tengah lingkungan produksi yang dipenuhi suara mesin dan hawa panas, Xi mengamati proses pembuatan baja serta mengajukan pertanyaan mengenai kegiatan operasional pabrik.
Dia kemudian mengunjungi kantin dan berbicara mengenai kehidupan para pekerja.
Nenad Cvetanovic, salah seorang pekerja senior di pabrik tersebut, masih mengingat pernyataan Xi bahwa pabrik baja itu “pasti akan direvitalisasi.”
Menurut Cvetanovic, interaksi langsung dengan Xi memberikan kesan mendalam bagi para pekerja.
“Interaksi Presiden Xi dengan kami terasa sangat membekas di hati para pekerja di pabrik baja ini. Kepeduliannya kepada kami begitu tulus dari lubuk hati, memberi kami rasa aman dan harapan yang kuat,” katanya.
Pabrik Baja Smederevo yang berdiri sejak 1913 pernah menjadi salah satu kebanggaan Serbia. Namun, setelah mengalami penurunan daya saing dan persoalan manajemen pada akhir 1990-an, fasilitas tersebut berada dalam kondisi sulit.
Titik balik terjadi pada 2016 ketika HBIS Group dari China mengakuisisi pabrik tersebut. Melalui kerja sama kedua pihak, pabrik kemudian mengalami perubahan signifikan dan kembali menjadi salah satu penggerak ekspor Serbia.
Pada 2024, sebanyak 30 pekerja Serbia dari pabrik tersebut menulis surat kepada Xi. Mereka menceritakan perkembangan perusahaan sekaligus menyampaikan terima kasih atas dukungan terhadap proyek tersebut.
Dalam surat balasannya, Xi menyatakan senang mengetahui pabrik baja itu mampu berubah dari kondisi merugi menjadi menghasilkan keuntungan dalam waktu relatif singkat setelah mendapatkan investasi dari perusahaan yang didanai China.
Xi juga memberikan penghargaan kepada para pekerja yang menurutnya menjadi bagian penting dari keberhasilan transformasi tersebut.
Perkembangan Pabrik Baja Smederevo, tulis Xi, turut menjadi bagian dari persahabatan antara China dan Serbia yang “sekokoh baja.” “Saya memberi Anda acungan jempol,” tulis Xi dalam surat tersebut.
Berbagai pengalaman itu menunjukkan bahwa diplomasi tidak hanya berlangsung di meja perundingan. Perhatian kepada individu, penghormatan terhadap pengalaman hidup, serta komunikasi langsung dengan masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam membangun rasa saling memahami.
Dalam perspektif Xiplomacy, hubungan antarmanusia menjadi salah satu fondasi bagi hubungan antarnegara. Kehangatan yang ditunjukkan dalam pertemuan-pertemuan kecil dapat melampaui batas geografis dan politik, sekaligus memperkuat jembatan persahabatan di antara masyarakat berbagai negara.(red)












