BeritaEksekutifPemkab Barito Utara

FTIK XII Resmi Dibuka, Barito Utara Jadi Pusat Pelestarian Budaya Kaharingan se-Kalimantan Tengah

113
×

FTIK XII Resmi Dibuka, Barito Utara Jadi Pusat Pelestarian Budaya Kaharingan se-Kalimantan Tengah

Sebarkan artikel ini
Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK) ke XII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah resmi dibuka dengan meriah di Arena Terbuka Tiara Batara, Senin malam (24/11/2025).(Photo/diskominfo)

Muara Teweh, eNewskalteng.com – Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK) ke-XII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah resmi dibuka dengan meriah di Arena Terbuka Tiara Batara, Muara Teweh, Senin malam (24/11/2025). Pembukaan festival berlangsung semarak dan sarat nuansa budaya, ditandai dengan kehadiran ratusan peserta dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah yang menampilkan ragam seni tradisi dan kekayaan budaya Kaharingan. Pembukaan FTIK XII sekaligus menegaskan posisi Kabupaten Barito Utara sebagai pusat pelestarian dan pengembangan budaya Kaharingan di Kalimantan Tengah. Festival tahunan ini menjadi wadah penting untuk merawat tradisi leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Asisten II Setda Provinsi Kalteng Herson B. Aden menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan FTIK XII. Menurutnya, FTIK bukan hanya ajang perlombaan, melainkan sarana strategis untuk memperkuat identitas budaya, khususnya bagi generasi muda Hindu Kaharingan. “Festival ini bukan sekadar lomba, tetapi wadah membangun generasi Hindu Kaharingan yang beriman, mencintai budaya, dan berkarakter kuat. Melalui FTIK, kita juga mempererat persaudaraan sebagai modal menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia menambahkan, partisipasi aktif seluruh kabupaten/kota menunjukkan bahwa budaya Kaharingan tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi. Oleh karena itu, FTIK diharapkan terus menjadi benteng pelestarian adat dan nilai-nilai kearifan lokal di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan (LPT-IK) Pusat, Parada LKDR, S.Ag., M.S, menegaskan bahwa FTIK memiliki makna lebih dari sekadar seremoni budaya. “Tandak Intan Kaharingan mengandung nilai-nilai luhur yang bersumber dari Kitab Penuntun dan harus terus diajarkan serta dilestarikan. Dengan tema Kolaborasi Harmoni Mewujudkan Kalteng Berkah dan Bermartabat, kita meneguhkan kearifan lokal sekaligus mempererat kanyang hantei atau persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Pembukaan FTIK XII ditandai dengan tradisi menyumpit (manyipet) ke arah target di layar videotron sebagai simbol dimulainya rangkaian festival. Acara juga dirangkai dengan penyerahan piala bergilir Gubernur Kalimantan Tengah, penampilan tari-tarian khas Kaharingan, serta Manasai bersama yang semakin menambah kehangatan dan semangat kebersamaan.(red)