BeritaEksekutifHiburanPemkab Barito Utara

H. Shalahuddin: FTIK Momentum Strategis Perkuat Pelestarian Budaya Dayak Kaharingan

173
×

H. Shalahuddin: FTIK Momentum Strategis Perkuat Pelestarian Budaya Dayak Kaharingan

Sebarkan artikel ini
Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK) ke XII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah resmi dibuka dengan meriah di Arena Terbuka Tiara Batara, Senin malam (24/11/2025).(Photo/diskominfo)

Muara Teweh, eNewskalteng.com — Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK) ke-XII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah resmi dibuka pada Senin malam (24/11/2025) di Arena Terbuka Tiara Batara, Muara Teweh. Pembukaan festival berlangsung meriah dan penuh khidmat, menandai dimulainya rangkaian kegiatan pelestarian budaya Dayak Kaharingan yang berskala provinsi. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Provinsi Kalimantan Tengah Herson B. Aden yang mewakili Gubernur Kalimantan Tengah. Turut hadir Direktur Urusan Agama Hindu Kementerian Agama RI I Gusti Made Sunartha, unsur Forkopimda provinsi dan kabupaten/kota, kepala Kantor Wilayah Kemenag beserta jajaran Kemenag kabupaten/kota, perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan (LPT-IK), para kontingen, serta undangan lainnya.

Dalam laporannya, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menegaskan bahwa pelaksanaan FTIK XII merupakan momentum penting untuk memperkuat pelestarian budaya dan nilai-nilai luhur masyarakat Dayak Kaharingan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari identitas Kalimantan Tengah. “Festival ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi merupakan komitmen bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya Kaharingan sebagai warisan leluhur. Melalui FTIK, kita memastikan nilai-nilai filosofi Kaharingan tetap hidup, relevan, dan dipahami oleh generasi muda,” ujar Shalahuddin.

Bupati menjelaskan bahwa pelaksanaan FTIK XII Tahun 2025 berpedoman pada Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 188.44/454/2025 serta hasil rapat Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan se-Kalimantan Tengah. Festival ini digelar selama 23–26 November 2025 di sejumlah lokasi di Muara Teweh, antara lain Arena Terbuka Tiara Batara, Gedung Balai Antang, Aula Bapperida, Aula Tandak, dan Lapangan Pura.

Sebanyak 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah mengirimkan kontingen dengan total peserta dan pendamping mencapai lebih dari 1.000 orang. Para peserta mengikuti 11 cabang lomba, di antaranya Kandayu, Matir Basarah, Vokal Grup, Karungut, pembacaan Kitab Suci Panaturan, serta tarian bernuansa Hindu Kaharingan.

Untuk menjamin profesionalitas dan objektivitas penilaian, panitia menghadirkan 28 orang dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi dan tokoh Kaharingan, serta telah menyatakan ikrar netralitas. “Kami berharap FTIK ini menjadi ruang lahirnya talenta-talenta baru, mempererat persatuan antarkontingen, serta meningkatkan kebanggaan generasi muda terhadap seni dan adat Kaharingan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian dan pariwisata daerah,” lanjut Shalahuddin.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya FTIK XII, termasuk masyarakat Muara Teweh yang turut menyediakan tempat tinggal bagi para kontingen selama kegiatan berlangsung.H“Semoga FTIK XII semakin memperkokoh jati diri budaya Kaharingan, meningkatkan kerukunan, serta menjadi semangat bersama untuk mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin berkah dan Barito Utara yang maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan,” pungkasnya.(red)