BeritaPemkab Kotawaringin Timur

Duta Baca Pelajar Kotim Raih Juara 1 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah

8
×

Duta Baca Pelajar Kotim Raih Juara 1 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah

Sebarkan artikel ini
Siswi kelas XII SMKN 1 Sampit, Meliana Agustin, saat audiensi dengan Bupati Halikinnor dan Bunda literasi Kotim Khairiah Halikinnor, di rumah jabatan, Senin (20/4/2026). (Photo-Normansyah) 

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Siswi kelas XII SMKN 1 Sampit, Meliana Agustin, berhasil mengharumkan nama Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dengan meraih Juara I Duta Baca Pelajar tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 melalui inovasi literasi bertajuk “Mahaga”.

Atas Prestasi membanggakan bagi Bumi Habaring Hurung tersebut, Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, bersama sang istri yang juga Bunda Literasi Kotim, Khairiah Halikinnor, secara khusus meluangkan waktu dan menerima siswi berprestasi tersebut di Rumah Jabatan Bupati Kotim Jalan Akhmad Yani Sampit, Senin (20/4/2026). “Saya selaku Bunda Literasi Kabupaten Kotawaringin Timur mengucapkan terima kasih kepada adik siswi dari SMKN 1 Sampit, yang telah mewakili Kotawaringin Timur berlomba di tingkat provinsi. Alhamdulillah dapat juara 1, namun juara ini cukup sampai di provinsi saja karena tidak ada tingkat nasional,” ujar Khairiah Halikinnor.

Khairiah menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas capaian tersebut, seraya  berharap ke depan partisipasi pelajar dalam kegiatan literasi semakin meningkat. “Saya berharap dengan adanya kegiatan ini untuk tahun ke depannya kita lebih banyak lagi pesertanya dan kita bisa mengikuti lomba-lomba lainnya, karena literasi ini banyak kriterianya, termasuk perpustakaan,” lanjutnya.

Sementara itu Duta Baca Pelajar Kotim Juara 1 Tingkat Provinsi Kalteng, Meliana Agustin, mengungkapkan Inovasi yang ia usung adalah “Mahaga”, yakni “Mari Bersama Wujudkan Hebatnya Aksi Gemilang Aksara melalui Mailbox dan Literapoint. “Inovasi ini terdiri dari dua media utama, yakni platform digital dan media konvensional yang dikombinasikan secara kreatif. “Media pertama adalah Literapoint, berupa website online untuk mengirimkan karya tulis siswa. Saya membuat website sehingga teman-teman bisa mengirimkan puisi, cerpen, esai, poster, bahkan surat pribadi secara online,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menghadirkan “Literabox”, sebuah kotak surat yang terinspirasi dari sistem pos tradisional. “Literabox ini seperti kotak surat zaman dahulu, di mana teman-teman di sekolah bisa mengirimkan surat, karya tulis seperti poster, cerpen, dan lainnya. Biasanya setiap hari Jumat setelah pulang sekolah, saya menempelkan hasil karya mereka di mading sekolah, sedangkan untuk surat pribadi saya kirimkan langsung kepada yang bersangkutan,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, saya terpilih menjadi juara 1, semua itu melalui tahapan-tahapan yang tidak mudah dan butuh proses. Prestasi ini menjadi bukti bahwa inovasi literasi berbasis kreativitas dan kolaborasi mampu mendorong minat baca sekaligus mengangkat potensi pelajar daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkas Meliana Agustin. (man)