Palangka Raya, eNewskalteng.com – Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden menghadiri Jamuan Hasupa Hasundau (Gala Dinner) Pemilihan Jagau dan Nyai Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang digelar di Istana Isen Mulang Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Jumat (15/5/2026).
Dalam sambutannya, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden menyampaikan apresiasi kepada para finalis yang mewakili daerah masing-masing sebagai putra-putri terbaik Kalimantan Tengah.
“Para finalis Jagau dan Nyai adalah representasi generasi muda sebagai duta budaya dan pariwisata daerah masing-masing,” ujar Linae.
Linae menegaskan, Jagau dan Nyai tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga agen perubahan dalam membangun citra positif daerah dan mendukung pariwisata berkelanjutan di Kalimantan Tengah.
“Jagau dan Nyai bukan sekadar simbol budaya, tetapi agen perubahan yang membangun citra positif daerah serta pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Linae.
Linae menjelaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata perlu didukung sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya generasi muda yang mampu menjadi duta budaya sekaligus memperkenalkan potensi daerah.
“Pariwisata menjadi sektor strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat identitas budaya lokal. Oleh sebab itu, diperlukan generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan peduli terhadap pelestarian budaya daerah,” jelas Linae.
Linae juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan semangat kebersamaan selama mengikuti rangkaian pemilihan Jagau dan Nyai Kalimantan Tengah Tahun 2026.
“Selamat berlomba, tetap semangat, tampilkan yang terbaik, serta junjung tinggi sportivitas dan kebersamaan,” pungkas Linae.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah Aisyah Thisia Agustiar Sabran menyampaikan bahwa para finalis adalah representasi identitas budaya dan semangat generasi muda Kalimantan Tengah.
“Kalian adalah putra-putri terbaik yang merepresentasikan identitas budaya dan generasi muda dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah,” tutur Aisyah.
Aisyah menjelaskan bahwa, ajang Jagau dan Nyai tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan kecintaan terhadap budaya daerah.
“Ajang ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi ruang aktualisasi diri, pembentukan karakter, serta pemahaman terhadap budaya dan nilai luhur masyarakat kita,” ungkap Aisyah.
Aisyah berharap para finalis dapat menjadi panutan generasi muda dalam mempromosikan potensi pariwisata daerah di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya mendorong putra-putri daerah untuk terus mencintai, menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan potensi pariwisata daerah agar semakin dikenal luas,” tandas Aisyah.(zen)












