BeritaDPRD PalangkarayaLegislatif

DPRD Palangka Raya Dorong Integrasi Layanan Pajak dan Retribusi Berbasis Digital

7
×

DPRD Palangka Raya Dorong Integrasi Layanan Pajak dan Retribusi Berbasis Digital

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Rusdiansyah.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – DPRD Kota Palangka Raya mendorong Pemerintah Kota (Pemko) memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi layanan pembayaran pajak dan retribusi daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memaksimalkan capaian PAD Kota Palangka Raya pada 2026.

Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Rusdiansyah, mengatakan selain meningkatkan edukasi kepada masyarakat, pemerintah daerah juga perlu memperluas kerja sama dengan sektor perbankan dan perusahaan teknologi finansial (fintech) agar pembayaran pajak menjadi lebih mudah dan praktis. “Pemko perlu lebih masif mengedukasi masyarakat terkait kewajiban pajak dan retribusi serta kemudahan pembayaran digital,” ujar Rusdiansyah, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, sosialisasi mengenai pembayaran pajak digital perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui media sosial dan berbagai platform digital lainnya guna meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi daerah. Rusdiansyah juga menyoroti pentingnya percepatan integrasi sistem antarperangkat daerah agar layanan pembayaran daerah dapat terhubung dalam satu sistem digital yang terintegrasi. “Perangkat daerah harus terhubung dalam satu sistem digital yang terintegrasi untuk memudahkan monitoring,” katanya.

Selain itu, ia menilai kerja sama dengan sektor perbankan dan teknologi finansial perlu diperluas agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan kanal pembayaran yang mudah diakses. Di sisi lain, langkah tersebut juga dinilai mampu membantu pemerintah menggali potensi sumber pendapatan baru yang belum tergarap optimal. “Kerja sama perlu diperluas agar masyarakat punya banyak pilihan kanal pembayaran, sekaligus menggali sumber-sumber pendapatan baru yang belum tergarap optimal,” pungkasnya.(nis)