Palangka Raya, eNewskalteng.com – DPRD Kota Palangka Raya mendorong para pengrajin benang bintik terus berinovasi agar produk lokal tersebut semakin kompetitif di pasar. Namun, inovasi yang dilakukan diharapkan tetap mempertahankan ciri khas budaya daerah agar tidak kehilangan identitas lokalnya.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menegaskan pengrajin perlu berani mengembangkan motif maupun teknik pewarnaan tanpa meninggalkan karakter asli benang bintik sebagai warisan budaya daerah. “Pengrajin harus berani berinovasi, tapi tetap menjaga kekhasan benang bintik agar tidak kehilangan identitasnya,” ujar Khemal, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, inovasi sangat penting agar produk benang bintik tidak hanya mengikuti tren atau meniru batik dari daerah lain. Justru, identitas lokal yang melekat pada benang bintik menjadi nilai jual utama yang harus dipertahankan. “Jangan sampai hanya ikut-ikutan. Ciri khas daerah itu yang justru jadi nilai jual,” katanya.
Khemal menilai keunikan dan nilai budaya yang terkandung dalam benang bintik menjadi daya tarik tersendiri di pasar. Jika karakter tersebut terus dijaga, produk lokal diyakini mampu bersaing lebih kuat hingga menembus pasar yang lebih luas. Selain mendorong inovasi, ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap para pengrajin, mulai dari pembinaan, promosi, hingga pembukaan akses pasar. “Kalau inovasi terus berjalan dan tetap berakar pada budaya daerah, benang bintik bisa menjadi identitas unggulan sekaligus kebanggaan masyarakat Palangka Raya,” pungkasnya.(nis)












