Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Kabut asap pekat di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kini sering muncul tidak hanya di pagi hari, namun secara tiba-tiba juga tampak saat siang maupun malam hari. Untuk itu warga diminta agar mengurangi aktivitas diluar rumah, sebagai upaya mencegah infeksi saluran pernafasan atas (ispa). Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sampit, hingga kini terus baerlangsung. Dampaknya kualitas udara di Sampit berada di level berbahaya pada angka 430 dan parameter kritis pm2.5, berdasarkan data indeks standar pencemaran udara (ispu) Kementrian Lingkungan Hidup per Sabtu 12 September 2026, pukul 18.00 wib.
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor, menyebut asap tebal dan pekat yang terasa dalam beberapa hari terakhir diduga merupakan kiriman dari wilayah selatan. “Saya meminta masyarakat tidak menganggap sepele kondisi udara yang berbahaya. Ia juga mengingatkan warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika memang tidak memiliki keperluan mendesak,” ujarnya, Sabtu (12/9/2026).
Halikinnor juga meminta aktivitas yang sifatnya sekadar bersantai untuk sementara dilakukan di rumah. Menurutnya, kondisi udara yang kurang sehat membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati menjaga kesehatan. “Kalau hanya sekedar nongkrong, duduk-duduk di pinggir jalan atau minum kopi di kafe, ya minum kopi di rumah dulu. Sementara ini kita hindari aktivitas yang tidak perlu di luar,” ucap Halikinnor.
Halikinnor menyebut, pihaknya mendapat laporan dari Dinas Kesehatan terkait meningkatnya keluhan kesehatan masyarakat. “Karena udara masih kurang sehat, kita masing-masing harus menjaga diri. Kalau kondisinya tidak baik, jangan dipaksakan keluar rumah,” tuturnya. Menurutnya, kondisi tersebut akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah di wilayah yang menjadi sumber asap. Pemkab Kotim akan melihat kemungkinan untuk turut membantu upaya pemadaman di wilayah tersebut.
Berdasarkan data akumulasi dari BPBD Provinsi Kalimantan Tengah per 1 Januari 2026 hingga 12 September 2026, jumlah luasan lahan yang terbakar di Kabupaten Kotim sudah mencapai 2.539 hektare. Jumlah kebakaran sebanyak 592 kejadian, dan hotspot sebanyak 21.972 titik. Dengan jumlah luasan sebanyak ini, menempatkan Kabupaten Kotim berada di urutan pertama sebagai wilayah yang paling terdampak karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah. Dampaknya, kabut asap tebal dan menyengat berpengaruh terhadap kesehatan warga setiap harinya. (man)










