BeritaNasional

PT Datang DSSP Power Indonesia Kirim Karyawan Berprestasi Pelajari Teknologi Energi Hijau di Tiongkok

2
×

PT Datang DSSP Power Indonesia Kirim Karyawan Berprestasi Pelajari Teknologi Energi Hijau di Tiongkok

Sebarkan artikel ini
Swafoto ini menunjukkan karyawan dari PT Datang DSSP Power Indonesia saat sedang mengunjungi Pembangkit Listrik Fotovoltaik Laoyingyan di wilayah Binchuan, Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

JAKARTA, 24 Oktober (Xinhua), eNewskalteng.com — Lima karyawan berprestasi dari PT Datang DSSP Power Indonesia mendapat kesempatan mengunjungi sejumlah fasilitas pembangkit listrik berbasis energi bersih di Tiongkok. Mereka bergabung dengan delapan karyawan dari Uzbekistan, Laos, Kamboja, dan Myanmar dalam program pembelajaran yang diselenggarakan China Datang Corporation Ltd., salah satu perusahaan energi besar Tiongkok. Program yang mengusung tema “Membangun Keunggulan Bersama, Berbagi Masa Depan” tersebut merupakan kelompok kunjungan ketiga bagi karyawan asing. Selama 12 hari, para peserta mempelajari penerapan teknologi operasi dan pemeliharaan cerdas, sistem pembangkit listrik terintegrasi, serta kontribusi perusahaan terhadap pembangunan masyarakat setempat.

Foto dokumentasi ini menunjukkan para karyawan asing Datang sedang mengunjungi Pusat Kontrol Antarcekungan Pembangkit Listrik Guiguan, di Nanning, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok selatan, pada 15 Oktober 2026. (Xinhua)

Rangkaian kegiatan berlangsung di Provinsi Yunnan dan Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, sebelum ditutup di kantor pusat China Datang Corporation Ltd. di Beijing pada Rabu (21/10). Sejumlah fasilitas yang dikunjungi meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Datang Guanyinyan, Ladang Angin Jinpingxi, Pembangkit Listrik Fotovoltaik Laoyingyan, dan Stasiun Penyimpanan Energi Xinping. Melalui kunjungan tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai pengelolaan berbagai sumber energi secara terpadu.

Di wilayah barat daya Tiongkok, sistem pembangkit listrik tersebut mengandalkan tenaga air sebagai sumber utama energi bersih selama musim banjir. Ketika memasuki musim kering, tenaga angin dan surya membantu menjaga pasokan listrik, sementara teknologi penyimpanan energi berfungsi mengurangi fluktuasi daya dalam jangka pendek. Sistem terintegrasi itu menghasilkan lebih dari 10 miliar kilowatt-jam listrik bersih setiap tahun dan diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon dioksida lebih dari satu juta ton.

Denny Fernando Sitorus, karyawan pembangkit listrik Meulaboh PT Datang DSSP, mengatakan kunjungan ke Ladang Angin Jinpingxi memberinya pemahaman lebih mendalam tentang keterpaduan berbagai sumber energi. Dari dek observasi, dia menyaksikan deretan turbin angin di sepanjang punggung gunung, hamparan panel fotovoltaik di lembah, serta PLTA Guanyinyan yang berada tidak jauh dari Sungai Jinsha. Pemandangan tersebut memperlihatkan bagaimana tenaga angin, surya, dan air dapat saling melengkapi untuk mendukung sistem kelistrikan yang lebih efisien.

Sementara itu, Lugantha Perkasa, karyawan proyek PT Datang DSSP di Sumatra Selatan, menilai pengelolaan PLTA Guanyinyan menunjukkan bahwa operasional pembangkit tidak hanya berfokus pada kapasitas terpasang dan produksi listrik. Menurut dia, pengelolaan pembangkit juga mencakup prosedur pengendalian banjir, pemulihan ekosistem, dan penanganan relokasi masyarakat.

Pada Kamis (15/10), para peserta mengunjungi Pusat Kontrol Antarcekungan Pembangkit Listrik Guiguan di Nanning, Guangxi. Fasilitas tersebut merupakan pusat kendali terpadu yang mengoordinasikan pengoperasian berbagai pembangkit listrik di sejumlah wilayah. Pusat kontrol itu mengelola kapasitas terpasang sebesar 11,857 juta kilowatt, yang mencakup 26 PLTA, 11 ladang angin, dan 23 pembangkit listrik tenaga surya. Melalui layar LED berukuran besar, petugas dapat memantau data operasional secara waktu nyata (real-time) dan mengoordinasikan pembangkit listrik yang tersebar di wilayah luas. Sistem ini memungkinkan pengawasan serta pengaturan operasi dilakukan secara terpusat.

Mohammad Akbar Fadhil mengaku terkesan dengan kemampuan fasilitas tersebut dalam mengawasi banyak pembangkit listrik melalui satu pusat kendali. Dia berharap pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat diterapkan setelah kembali ke Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan operasi dan pemeliharaan, memperbaiki sistem penjadwalan, serta memperkuat keselamatan dan efisiensi pembangkit listrik.

Pengalaman serupa disampaikan Maulana Muhammad Arifin dalam catatan pembelajarannya. Dia menilai pendekatan pengelolaan yang diterapkan China Datang memperlihatkan pentingnya melihat sistem energi secara menyeluruh, bukan hanya memantau satu unit pembangkit atau satu jalur operasional.

Selain mempelajari teknologi pembangkit listrik, para peserta juga mengikuti kegiatan yang memperkenalkan program tanggung jawab sosial perusahaan di Yunnan dan Guangxi. Di Yunnan, China Datang bekerja sama dengan perguruan tinggi pertanian setempat untuk mengembangkan model pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan di bawah panel fotovoltaik untuk menanam komoditas pertanian khusus dataran tinggi. Pendekatan yang dikenal sebagai model “fotovoltaik + penanaman tanaman khusus” tersebut membuka kesempatan kerja bagi penduduk desa di sekitar lokasi proyek. Program itu secara kumulatif turut meningkatkan pendapatan hampir seribu rumah tangga.

Di Dahua, Guangxi, perusahaan mengembangkan program bantuan pendidikan yang berorientasi pada pembangunan pedesaan. Inisiatif tersebut mengutamakan pendidikan, promosi di berbagai bidang, dan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. Program itu dilaporkan telah membantu lebih dari 300 anak dari kawasan pegunungan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Rangkaian kunjungan juga memberikan kesempatan bagi para karyawan asing untuk mengenal budaya Tiongkok. Mereka mengunjungi kawasan Sungai Jinsha dan menghadiri upacara pernikahan massal bertema “Romansa Dinasti Tang” bersama rekan-rekan mereka dari Tiongkok. Melalui program tersebut, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknologi energi terbarukan dan pengelolaan pembangkit listrik, tetapi juga mempelajari praktik pemberdayaan masyarakat serta mengenal budaya setempat. Pengalaman lintas negara ini diharapkan dapat memperluas wawasan para karyawan dan menjadi referensi dalam meningkatkan pengelolaan operasional, efisiensi, serta penerapan praktik energi bersih di negara masing-masing.(red)