Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian mengganas. Berdasarkan data Satgas Karhutla Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah, Jumlah hotspot atau titik panas pada Selasa (4/8/2026) mencapai 62 titik. Jumlah ini melonjak tajam dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat hanya sebanyak 14 titik.
Menurut Wakil Komandan Harian 3 Posko Karhutla dan Kekeringan Kotawaringin Timur, Rihel Magat, kebakaran hutan dan lahan semakin meningkat. Petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api di sejumlah lokasi. “Beberapa titik memang membutuhkan waktu lebih lama untuk dipadamkan karena kondisi medan dan keterbatasan sumber air. Ada lokasi yang mudah dijangkau, tetapi ada juga yang harus ditempuh dengan berjalan kaki dan sumber airnya jauh sehingga proses pemadaman menjadi terkendala,” katanya.
Yang lebih mengkhawatikan ungkap Rihel, dalam sehari jumlah titik panas (hotspot) terpantau meningkat tajam. Berdasarkan data Satgas Karhutla Kotim, hotspot pada 4 Agustus 2026 mencapai 62 titik. Jumlah itu melonjak dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 14 titik. “Bahkan untuk kota sampit sendiri, karhutla dalam satu hari terdapat sebanyak 8 lokasi, sehingga petugas gabungan harus berjibaku untuk memadamkannya,” ungkapnya.
Rihel mengungkapkan, personel terus bergerak menangani kebakaran yang muncul di berbagai lokasi, baik titik baru maupun kebakaran yang masih berlanjut sejak beberapa hari terakhir. “Hampir seluruh personel kami terus bergerak di lapangan. Ada lokasi yang sudah padam, ada yang masih berasap, dan beberapa titik masih dalam proses penanganan agar api tidak meluas,” ujar Rihel.
Rihel juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga dimintasegera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. “Kami berharap masyarakat ikut berperan menjaga wilayahnya masing-masing. Jangan melakukan pembakaran lahan dan segera laporkan jika melihat adanya titik api supaya bisa segera ditangani sebelum meluas,” pungkasnya. (man)












