Puruk Cahu, eNewskalteng.com – Bupati Murung Raya (Mura), Heriyus menghadiri sekaligus menyaksikan acara serah terima pengelolaan pendidikan dari Kongregasi Kasih Yesus dan Maria, Bunda Pertolongan Baik (KYM) kepada Yayasan Filia Gracia Murung Raya, yang kemudian dilanjutkan kepada Kongregasi Suster-Suster Jesus Maria Josep (SJMJ), Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh makna, serta dihadiri oleh Uskup Palangka Raya, pimpinan Kongregasi KYM dan SJMJ, pengurus Yayasan Filia Gracia Murung Raya, para pastor dan suster, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pendidikan di Kabupaten Murung Raya. Serah terima ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan layanan pendidikan berbasis nilai-nilai iman di daerah. Momen tersebut juga menandai kesinambungan estafet pelayanan pendidikan yang selama ini dijalankan dengan semangat pengabdian dan tanggung jawab terhadap generasi muda.
Dalam sambutannya, Bupati Heriyus menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kongregasi KYM atas dedikasi panjang dalam dunia pendidikan di Murung Raya. Menurutnya, peran lembaga tersebut telah memberikan kontribusi besar dalam pembentukan karakter serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Peran Kongregasi KYM dalam mendidik, menanamkan nilai iman, dan membentuk karakter generasi muda merupakan bagian penting dari pembangunan daerah,” ujar Bupati.
Ia juga memberikan penghargaan kepada Yayasan Filia Gracia Murung Raya yang telah menjalankan peran transisi pengelolaan dengan baik, serta menyambut baik kehadiran Kongregasi SJMJ yang diharapkan mampu menghadirkan energi baru dalam peningkatan mutu pendidikan dan pembinaan karakter peserta didik.
Heriyus menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Murung Raya berkomitmen untuk terus mendukung setiap lembaga pendidikan yang berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju Murung Raya Hebat, Semakin Maju, Semakin Sejahtera menuju Murung Raya Emas 2030.
Ia berharap proses serah terima ini tidak hanya dipahami sebagai pergantian pengelolaan secara administratif, tetapi juga sebagai awal penguatan kolaborasi antara gereja, yayasan, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.(red)












