BeritaPemprov Kalimantan Tengah

Asisten Ekbang Setda Prov Kalteng Sri Widanarni Hadiri Konferensi Pers Berita Resmi Statistik BPS Prov. Kalteng

171
×

Asisten Ekbang Setda Prov Kalteng Sri Widanarni Hadiri Konferensi Pers Berita Resmi Statistik BPS Prov. Kalteng

Sebarkan artikel ini
Asisten Ekbang Setda Prov Kalteng Sri Widanarni saat menghadiri Konferensi Pers Berita Resmi Statistik BPS Prov. Kalteng. (photo/ist)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Setda Prov Kalteng) Sri Widanarni menghadiri Konferensi Pers Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Kalteng, bertempat di Ruang Vicon BPS Prov. Kalteng, Jumat (02/04/2025).

Dalam press releasenya, Kepala BPS Prov. Kalteng Agnes Widiastuti memaparkan pada April 2025 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) Prov. Kalteng sebesar 1,21 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,02. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 1,81 persen dengan IHK sebesar 109,57. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Sampit sebesar 0,69 persen dengan IHK sebesar 106,85.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,53 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,23 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,14 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,13 persen, kelompok kesehatan sebesar 2,01 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,32 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,23 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,52 persen”, jelas Kepala BPS Kalteng.

“Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok transportasi sebesar 2,08 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,45 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,25 persen”, imbuhnya.