BeritaDPRD KaltengLegislatif

Anggota DPRD Sudarsono Dorong Pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih Dilakukan Bertahap

17
×

Anggota DPRD Sudarsono Dorong Pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih Dilakukan Bertahap

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Sudarsono.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Sudarsono, mendorong agar pelaksanaan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dilakukan secara bertahap sehingga pelaksanaannya lebih terukur, mudah dievaluasi, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Menurutnya, setiap desa memiliki tingkat kesiapan yang berbeda, baik dari sisi kelembagaan, potensi usaha, maupun kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena itu, pemerintah perlu menetapkan skala prioritas dengan memulai program di desa-desa yang telah siap menjalankannya. “Kalau bisa jangan sekaligus. Lihat dulu desa yang memang siap. Kalau sudah berjalan baik, baru diperluas ke desa-desa lainnya sehingga koperasi benar-benar bisa berkembang,” ujar Sudarsono, Selasa (7/7/2026).

Ia menilai pendekatan bertahap akan memudahkan pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program sekaligus memperbaiki berbagai kendala yang muncul sebelum diterapkan secara lebih luas. Selain itu, Sudarsono juga menyoroti terbatasnya ruang pengawasan DPRD terhadap Program Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, program tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat yang pelaksanaannya melibatkan pemerintah desa sehingga DPRD tidak memiliki kewenangan langsung dalam proses pengawasannya. “Kita mungkin tidak punya peran secara langsung karena program ini lahir dari pemerintah pusat dan melibatkan pemerintah desa. Posisi DPRD lebih pada memberikan masukan dan saran agar pelaksanaannya berjalan dengan baik,” katanya.

Meski demikian, ia berharap pemerintah tetap membuka ruang komunikasi dan koordinasi dengan DPRD sehingga berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan program dapat segera dibahas dan dicarikan solusi bersama. Sudarsono juga menyoroti adanya informasi mengenai sejumlah kendala teknis di lapangan, termasuk penyelesaian pekerjaan proyek serta biaya sewa alat yang disebut masih belum tuntas. Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera mendapat perhatian agar tidak menghambat pelaksanaan program. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Program Koperasi Desa Merah Putih tidak boleh hanya diukur dari banyaknya koperasi yang terbentuk, tetapi juga dari kemampuan koperasi tersebut untuk tumbuh, berkembang, dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat desa.(kaer)