BeritaPemprov Kalimantan Tengah

Panggung Inovasi, Penciptaan Ide dan Karya: Teater Mini CKCM 2025, Sebuah Transforasi Seni Tari di Kalteng

219
×

Panggung Inovasi, Penciptaan Ide dan Karya: Teater Mini CKCM 2025, Sebuah Transforasi Seni Tari di Kalteng

Sebarkan artikel ini
Penampilan CKCM 2025. (Photo/z)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Sebuah panggung inovasi dan sebuah lokakarya inspiratif bagi perkembangan seni tari di Kalimantan Tengah. Ruang kreasi baru bagi para seniman tari dibuka lewat gelaran Central Kalimantan Choreographer Meeting 2025 yang digelar di UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Jumat, (11/7/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah dengan komunitas seni Dapur Tari Abib.

Pentas karya tahun ini mengusung tema “Lepas Landas”, yang dimaknai sebagai ajakan untuk menembus batas-batas konvensional dalam seni tari.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga lokakarya dan ruang dialog kreatif antar koreografer dan penari di Kalimantan Tengah.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng, Seniriaty, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Plt. Sekretaris Dinas, Yosias, menyampaikan harapan besar terhadap dampak kegiatan ini bagi dunia seni pertunjukan di daerah.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk berdiri di hadapan Anda sekalian pada pembukaan kegiatan yang sangat istimewa ini. Central Kalimantan Choreographer Meeting 2025, dengan tema ‘Lepas Landas’, bukanlah sekadar ajang pertemuan biasa. Ini adalah sebuah ruang baru, sebuah panggung inovasi dan sebuah lokakarya inspiratif bagi perkembangan seni tari di Kalimantan Tengah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa seni tari bukan sekadar hiburan, melainkan jiwa dari sebuah kebudayaan yang menghubungkan sejarah dan harapan.

“Kita semua memahami bahwa seni tari adalah salah satu nafas dari budaya kita. Ia adalah cerminan dari identitas, ekspresi dari emosi dan jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini dan masa depan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, para pelaku tari diharapkan tak lagi terpaku pada pakem lama, melainkan mulai menghadirkan gebrakan baru dalam koreografi dan pertunjukan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong para pelaku tari untuk berani ‘lepas landas’ dari batasan-batasan konvensional. Kita ingin melihat berbagai penawaran baru dan inovasi yang akan memperkaya khazanah seni tari kita,” imbuhnya.

Ia juga berharap forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan yang membuahkan karya-karya inspiratif.

“Saya berharap Central Kalimantan Choreographer Meeting 2025 dapat menjadi wadah bagi para koreografer dan penari untuk saling belajar, bertukar ide dan menciptakan karya-karya luar biasa yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi,” katanya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan acara ini sebagai momentum kemajuan seni tari Kalimantan Tengah, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Mari kita jadikan momen ini sebagai titik tolak untuk memajukan seni tari Kalimantan Tengah ke kancah nasional bahkan internasional.”

Sementara, Kepala UPT. Taman Budaya Kalteng, Wildae D. Binti, SE., M.SI menyampaikan dalam era yang terus berkembang, seni tari tidak hanya menjadi ekspresi budaya, tetapi juga identitas daerah yang perlu kita jaga, kita kembangkan, dan kita promosikan ke tingkat nasional bahkan internasional.

Wildajuga menuturkan dalam rangka mempertahankan eksistensi kebudayaan bangsa dibutuhkan peran serta dari semua pihak, baik Pemerintah maupun masyarakat terlebih lagi para penggiat seni dan budaya.

“Karena Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sendiri terus berupaya dengan memberikan perhatian yang cukup besar terhadap pembinaan dan pengembangan seni budaya daerah yang merupakan bagian integral dari kebudayaan nasional, ” tutur Kepala UPT. Taman Budaya Kalteng tersebut.

Lebih lanjut, Ia berharap semoga melalui kegiatan ini mampu menggugah dan memberi dorongan motivasi bagi para seniman untuk lebih giat membangun, meningkatkan, serta melestarikan seni budaya Kalimantan Tengah, dalam rangka menarik para wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Kalimantan Tengah.

“Marilah kita jadikan momen ini sebagai langkah untuk menambah wawasan tentang kebudayaan dan kesenian yang ada di Kalimantan Tengah, dengan semangat kebersamaan dan tekad yang kuat, kita akan mampu memperoleh hasil yang terbaik, ” jelasnya.

Sebagai informasi, CKCM 2025 dimeriahkan oleh Guest Star Daniel Nuhan & Balai Dawai, yang membawakan alunan musik etnik modern khas Kalimantan dengan sentuhan artistik dan energi yang menyatu dengan tarian.

Enam koreografer muda Kalimantan Tengah akan menampilkan karyanya masing-masing yakni Ardi Kenzu Anarta, Alifia Ananda Savitri, Heriyadi Gansar, A.N. Fadilla, Tryoanda Nazaret, dan Muhammad Dody.(y)