BeritaPemkab Kotawaringin Timur

Kualitas Udara Berbahaya, Ketua TP PKK Kotim Bagikan Masker Kepada Masyarakat

21
×

Kualitas Udara Berbahaya, Ketua TP PKK Kotim Bagikan Masker Kepada Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Ketua TP-PKK Kotim, Khairiah Halikinnor ketika membagikan masker kepada masyarakat yang melintas, Rabu (2/9/2026). (Foto-Normansyah)

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Kabut asap yang masih menyelimuti kota Sampit, mendorong Tim Penggerak (TP) Posyandu bersama TP Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kotawaringin Timur, turun langsung membagikan masker gratis kepada masyarakat. Aksi ini dilakukan sebagai upaya mencegah dampak paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Ketua TP PKK Kotim Khairiah Halikinnor turun langsung membagikan masker kepada masyarakat, Rabu (2/9/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap. “Harapannya pembagian masker ini menjadi salah satu upaya pencegahan. Karena kita sedang menghadapi asap, otomatis penyakit seperti ISPA bisa muncul. Bagi masyarakat yang memiliki asma juga akan lebih mudah kambuh,” kata Khairiah.

Pembagian masker dilakukan di Jalan HM Arsyad Sampit, tepatnya di depan kantor Kelurahan Mentawa Baru Hilir. Kegiatan serupa juga dilakukan di kantor kelurahan Mentawa Baru Hulu. “Saya mengimbau masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan seperti asma, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Selain menggunakan masker, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan dan membatasi aktivitas di luar ruangan jika kabut asap semakin pekat,” tandasnya.

Selain masker, Khairiah juga mengecek rumah bebas asap atau rumah oksigen yang disiapkan untuk membantu warga yang mengalami sesak napas akibat kabut asap. “Kalau ada yang sesak napas dan membutuhkan oksigen, bisa datang ke sini untuk penanganan awal. Tapi kalau ada penyakit penyerta, otomatis kita rujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi alternatif penanganan awal di tengah kondisi rumah sakit yang juga cukup padat. Rumah oksigen juga tersedia di PSC 119 dan sejumlah puskesmas. “Masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya. Fasilitas rumah bebas asap dapat digunakan secara gratis tanpa persyaratan khusus, pungkasnya. (man)