BeritaPemkab Kotawaringin Timur

Bupati Kotim Akui Wilayahnya Dengan Jumlah Hotspot Tertinggi di Kalteng

32
×

Bupati Kotim Akui Wilayahnya Dengan Jumlah Hotspot Tertinggi di Kalteng

Sebarkan artikel ini
Bupati Koawaringin Timur, Halikinnor, saat mendampingi Kapolda Kalteng meninjau kebakaran hutan dan lahan, di Jalan Cilik Riwut kilometer 10 Sampit, Selasa (4/8/2026). (Foto-Ist)

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor, mengakui daerahnya kini menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi di Kalimantan Tengah.  “Saat ini titik hotspot kita tertinggi di Kalimantan Tengah. Tadi sudah mencapai 61 titik, tetapi yang benar-benar terbakar ada lima lokasi yang sedang dipadamkan,” katanya, Selasa (4/8/2026).

Halikinnor menjelaskan, kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri karena api sulit dipadamkan ketika sudah membesar. Sementara embung dan parit yang biasanya menjadi sumber air mulai mengering. “Apabila api masih kecil mari kita padamkan bersama sebelum membesar. Karena kalau sudah terbakar di lahan gambut, sangat sulit dipadamkan. Apalagi sekarang embung dan parit sudah banyak mongering,” ujarnya.

Untuk mempercepat penanganan, Pemkab Kotim telah mengajukan bantuan helikopter water bombing kepada BPBD Provinsi Kalimantan Tengah. “Mudah-mudahan dalam waktu secepatnya bantuan helikopter datang, terutama untuk memadamkan kebakaran yang berada jauh di dalam hutan dan sulit dijangkau lewat darat,” tandasnya

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, pada Senin (3/8/2026), sedikitnya terdapat 11 titik penanganan karhutla. Sementara itu hasil pemantauan udara pada Selasa (4/8/2026) menunjukkan jumlah hotspot di Kotim telah mencapai 61 titik.

Terkait kondisi itu, Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan turun langsung meninjau kondisi di Kota Sampit. Dari hasil patroli udara menunjukkan tidak seluruh hotspot merupakan titik kebakaran aktif. “Dari data yang kami dapat, kurang lebih titik hotspot hari ini memang ada 61. Tapi yang ada karhutlanya yang terbakar ada lima titik. Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Bupati, Kapolres, BPBD, dan seluruh Satgas untuk menentukan teknik serta metode pemadaman,” ujarnya.

Menurut Kapolda, keterbatasan personel dan sarana membuat seluruh tim harus menentukan skala prioritas dalam melakukan pemadaman agar upaya yang dilakukan lebih efektif. “Keterbatasan sarana prasarana dibandingkan titik kebakaran yang cukup banyak membuat kita harus selektif menentukan prioritas. Seluruh potensi yang ada juga akan kita kerahkan untuk membantu,” pungkasnya. (man)