WASHINGTON, 4 September (Xinhua), eNewskalteng.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (4/9) mengisyaratkan kemungkinan dilancarkannya serangan baru terhadap Iran. Ia menyebut militer AS dapat segera menargetkan Gunung Pickaxe, sebuah lokasi bawah tanah yang berada di dekat kompleks pengayaan nuklir Natanz.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih. Ia menyebut kemungkinan serangan terhadap Pickaxe sebagai salah satu opsi yang dapat dilakukan militer AS dalam waktu dekat. “Kami mungkin akan segera menyerang Pickaxe,” kata Trump. Gunung Pickaxe merupakan fasilitas berbenteng dan berada di bawah tanah. Menurut informasi yang disampaikan pihak AS, Iran diduga telah memindahkan sebagian persediaan uranium yang diperkaya hingga tingkat tinggi ke lokasi tersebut.
Trump dalam kesempatan yang sama juga berupaya menggambarkan konflik antara AS dan Iran sebagai sesuatu yang terbatas. Ia menyebut situasi tersebut sebagai “konflik militer” dan bukan perang yang berlangsung secara berkelanjutan. “Ini adalah konflik militer, namun tidak berlangsung terus-menerus,” ujar Trump.
Presiden AS itu bahkan menilai konflik tersebut tidak terlalu besar bagi negaranya. Ia mengatakan serangan yang dilakukan selama ini bersifat sporadis dan tidak menunjukkan adanya pertempuran yang berlangsung terus-menerus. “Saya menyebutnya konflik militer karena itu perkara kecil bagi kami. Konflik itu bukan hal besar,” klaim Trump.
Menurut Trump, kondisi di lapangan saat ini juga tidak menunjukkan berlangsungnya pertempuran aktif antara kedua pihak. “Menurut saya, sifatnya tidak berlangsung terus-menerus. Anda tahu, kami memang melakukan serangan sporadis,” katanya. “Memang benar bahwa saat ini kami tidak sedang bertempur. Tidak ada pertempuran.”
Namun, pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya aktivitas militer AS di sekitar Iran. CNN melaporkan bahwa pasukan AS pada pekan ini telah menyerang hampir 60 sasaran di sekitar Selat Hormuz. Sasaran yang dilaporkan mencakup sejumlah fasilitas dan kemampuan militer Iran, antara lain sistem pertahanan udara, radar, kemampuan penebaran ranjau serta fasilitas komunikasi.
Ketegangan juga meningkat setelah serangan AS pada Selasa (1/9) malam waktu setempat menghantam sebuah pesta pernikahan di wilayah Sirik, Provinsi Hormozgan, Iran. Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya lima orang tewas dan lebih dari 60 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Dua hari kemudian, pada Rabu (2/9), Trump kembali mengeluarkan peringatan keras terhadap Iran. Ia mengatakan AS dapat melakukan serangan tambahan terhadap Iran kapan saja. “Serangan dapat dilakukan kapan pun kami mau,” kata Trump dalam pernyataannya.
Rangkaian perkembangan tersebut terjadi di tengah konflik yang dimulai setelah AS dan Israel melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari. Konflik tersebut telah menyebabkan ribuan orang tewas dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah. Isyarat Trump mengenai kemungkinan serangan terhadap Gunung Pickaxe berpotensi kembali meningkatkan ketegangan, terutama karena lokasi tersebut berkaitan dengan aktivitas nuklir Iran.(red)












