Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai filter dalam membentuk karakter generasi muda, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi. Salah satu fokus penting adalah penerapan konsep “gawai bijak”, sebagaimana diatur dalam kebijakan pemerintah, serta pembentukan budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Upaya memperkuat karakter siswa di tengah tantangan era digital menjadi perhatian utama dalam pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Kotim, yang dilaksanakan melalui program pengembangan kompetensi oleh Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kotim.
Salah satu pemateri kegiatan, Suyoso, menegaskan program ini tidak sekadar pelatihan biasa, melainkan bagian dari strategi besar dalam membekali guru agar mampu menjawab fenomena penurunan karakter siswa yang mulai teridentifikasi. “Program ini menyasar guru PAI se-Kotim dengan melibatkan fasilitator dari tingkat SMA dan SMP yang sudah dilatih. Materinya fokus pada penguatan kompetensi guru dalam menerapkan kurikulum dengan model pembelajaran mendalam,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, konsep pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi pendekatan utama agar guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mampu membentuk pemahaman, sikap, dan karakter siswa secara utuh. “Guru dilatih mulai dari menyusun program atau perencanaan, mempraktikkan pembelajaran, melibatkan berbagai pihak, sampai pada asesmen. Jadi benar-benar menyeluruh,” jelasnya.
Sementara itu salah satu Guru PAI di SMPN 2 Sampit, Yunita, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan tersebut. Ia menilai pendekatan pembelajaran mendalam yang dikombinasikan dengan kurikulum berbasis cinta mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. “Hasil pelatihan akan langsung diaplikasikan dalam proses belajar mengajar dengan mengedepankan pembelajaran yang bermakna, kolaboratif, dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi peserta didik,” ujarnya.
Ia menyebut, pelatihan ini juga menjadi sarana refleksi bagi para guru untuk terus memperbaiki diri dalam menjalankan peran sebagai pendidik. Selain itu sebagai refleksi diri agar ke depan menjadi guru yang lebih baik lagi. “Saya berharap, melalui peningkatan kompetensi ini, guru PAI di Kotim mampu bersaing dan tidak tertinggal dibandingkan dengan guru mata pelajaran lainnya, sekaligus berkontribusi dalam membentuk generasi yang berkarakter kuat,” pungkasnya. (man)












