BeritaPemprov Kalimantan Tengah

Pemerintah Kalteng Dukung Penanganan Penyalahgunaan Narkotika Melalui Loka Rehabilitasi 

285
×

Pemerintah Kalteng Dukung Penanganan Penyalahgunaan Narkotika Melalui Loka Rehabilitasi 

Sebarkan artikel ini
Rakor Lintas Sektor dipimpin oleh Wakil Gubenur Provinsi Kalimantan Tengah. (Photo/MMC Kalteng)

Palangka Raya. eNewskalteng.com – Direktur Rumah Sakit Kalawa Atei, Seniriaty, mengikuti rapat koordinasi lintas sektor terkait rencana pembangunan Rumah Sakit atau Loka Rehabilitasi Narkotika di Kalimantan Tengah, yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (12/2/25).

 

Rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, bersama Plt. Sekretaris Daerah Katma F. Dirun dan dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Suyuti Syamsul dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

 

Rapat ini menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam mendukung penanganan penyalahgunaan narkotika melalui penyediaan fasilitas rehabilitasi yang memadai. Pembangunan Loka Rehabilitasi Narkotika ini bertujuan untuk menekan prevalensi penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Tengah dan menyediakan layanan rehabilitasi yang lebih mudah diakses, tanpa harus merujuk pasien ke provinsi lain.

 

Pembangunan Loka Rehabilitasi Narkotika ini sejalan dengan program Asta Cita 2024-2029 yang dicanangkan oleh Presiden, yang berfokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan berdaya saing melalui peningkatan kesehatan yang lebih baik. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Edy Pratowo menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sangat penting, dan diharapkan kebijakan yang responsif, komprehensif, integratif, serta berkelanjutan dapat tercipta.

 

Wakil Gubernur Edy Pratowo menyampaikan bahwa lokasi pembangunan Loka Rehabilitasi Narkotika akan berada di Kabupaten Kotawaringin Timur, yang telah menyiapkan lahan seluas dua hektar. Kotawaringin Timur dipilih sebagai lokasi karena memiliki akses penerbangan yang baik, dekat dengan Rumah Sakit Rujukan, dan merupakan wilayah dengan jumlah penduduk yang besar serta tingkat mobilisasi masyarakat yang tinggi, sehingga bisa menjadi pintu gerbang peredaran narkotika di Kalimantan Tengah.

 

Sementara itu, Direktur RS Kalawa Atei, Seniriaty, menyatakan kesiapannya untuk berperan serta dalam pembangunan fasilitas rehabilitasi Napza rawat inap, yang akan dibiayai langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Selain itu, RS Kalawa Atei juga siap bersinergi dengan BNN Provinsi Kalimantan Tengah untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur bagi pengguna NAPZA di pusat rehabilitasi.

 

“Seiring dengan meningkatnya ancaman narkotika, khususnya di kalangan generasi muda, kami berharap dapat membantu meningkatkan kapasitas rehabilitasi yang saat ini hanya dapat memenuhi 19,1% dari total penyalahguna narkoba. Banyak penyalahguna yang harus dirujuk ke provinsi lain atau bahkan tidak mendapatkan layanan sama sekali,” pungkas Seniriaty. (YZ)