Palangka Raya, eNewskalteng.com — Pemerintah Kota Palangka Raya menyatakan kesiapan untuk menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang saat ini tengah menjadi wacana di tingkat nasional. Penjabat (Pj) Wali Kota Palangka Raya, Akhmad Husain, menegaskan bahwa konsep kerja fleksibel ini bukanlah hal baru bagi pemerintah daerah, karena sebelumnya sudah diterapkan saat masa pandemi Covid-19.
“Itu sudah kita lakukan pada saat Covid kemarin. Nah, itu kan wacana sebenarnya. Wacana apabila keuangan negara ini lebih efisien kalau pekerjaan dilakukan di rumah atau di mana saja,” ujarnya, Sabtu (15/2/2025).
Menurutnya, selama pandemi, terbukti bahwa berbagai tugas administratif dapat dilakukan tanpa kehadiran fisik di kantor. Ia mencontohkan, pekerjaan seperti pengumpulan data, koordinasi, hingga rapat dapat dilakukan secara virtual melalui platform digital seperti Zoom.
Namun, Husain menegaskan bahwa kebijakan WFA tetap harus mempertimbangkan jenis tugas yang dijalankan. Tugas yang memerlukan kehadiran langsung, seperti penandatanganan dokumen formal, tetap harus dilakukan di kantor. Meski begitu, ia menambahkan bahwa teknologi saat ini sudah memungkinkan penggunaan tanda tangan elektronik untuk mempermudah proses tersebut.
“Kalau hanya tanda tangan, kan ada tanda tangan elektronik juga sekarang. Jadi, sebenarnya di sisi pemerintahan, hampir tidak ada pekerjaan yang tidak bisa dilakukan dari rumah, asalkan sesuai dengan kebijakan yang ada,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa penerapan WFA harus diiringi dengan pertimbangan efisiensi anggaran serta tidak mengganggu kualitas pelayanan publik. Pemerintah Kota Palangka Raya, katanya, akan mengikuti arahan dari pemerintah pusat dalam menerapkan sistem kerja yang lebih modern dan efektif.
“Jadi, kita di pemerintah daerah senantiasa mendukung apa yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk optimisme berbangsa dan bernegara,” ungkap Husain.
Dengan adanya wacana kebijakan WFA ini, Pemerintah Kota Palangka Raya siap beradaptasi demi mendorong birokrasi yang lebih efisien, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(man)












