BeritaEksekutifNasionalPemprov Kalimantan Tengah

Kartu Liputan Reporter CNN Indonesia Dicabut Usai Bertanya Soal Program MBG ke Presiden Prabowo

151
×

Kartu Liputan Reporter CNN Indonesia Dicabut Usai Bertanya Soal Program MBG ke Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (ketiga kiri) didampingi jajaran kabinet Merah Putih memberikan keterangan pers ketika tiba di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.(27/9/2025). (Photo/Antara).

Jakarta. eNewskalteng.com — Kartu identitas liputan Istana milik seorang reporter CNN Indonesia dicabut setelah ia menanyakan soal masalah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto. Peristiwa itu terjadi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9/2025), sesaat setelah Presiden kembali dari lawatan luar negeri.

Sejumlah sumber menyebutkan, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden sebelumnya menginstruksikan agar wartawan hanya mengajukan pertanyaan terkait kunjungan luar negeri Prabowo. Dalam kesempatan itu, Presiden menjelaskan hasil pertemuannya dengan sejumlah kepala negara di Sidang Majelis Umum PBB. “Saya kira pesan-pesan yang saya sampaikan dalam sambutan saya di PBB diterima positif oleh banyak pemimpin,” ujar Prabowo.

Usai memberikan keterangan, Prabowo sempat berbalik meninggalkan wartawan. Namun, reporter CNN Indonesia bertanya apakah Presiden memberikan instruksi khusus kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terkait program MBG, menyusul kasus keracunan yang meluas di sejumlah daerah.

Prabowo kemudian kembali menjawab singkat bahwa ia akan memanggil Kepala BGN, Dadan Hindayana. “Saya memonitor perkembangan itu. Habis ini, saya akan panggil langsung Kepala BGN dan beberapa pejabat,” katanya.

Tidak lama setelah itu, reporter CNN Indonesia dipanggil pihak Biro Pers dan diberitahu bahwa pertanyaannya dinilai di luar konteks. Kartu liputan Istana miliknya kemudian dicabut. Padahal, kartu tersebut menjadi syarat utama bagi wartawan untuk bisa meliput di lingkungan Istana.

Pemimpin Redaksi CNN Indonesia, Titin Rosmasari, hingga kini belum memberikan tanggapan. Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, juga belum merespons konfirmasi.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Herik Kurniawan membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait kasus ini. “Iya, kami sudah mendapat laporan dan sedang berkomunikasi dengan semua pihak,” ujarnya, Minggu (28/9/2025).(sumberTempo.co)