BeritaEksekutifPemkab PalangkarayaPeristiwa

⁠Kolaborasi Budaya Nusantara, Tari Dayak Kalteng Warnai Pentas Tari Kecak di Bali

204
×

⁠Kolaborasi Budaya Nusantara, Tari Dayak Kalteng Warnai Pentas Tari Kecak di Bali

Sebarkan artikel ini
Gelar Seni Bersama Palangka Raya Kalteng – Kuta Selatan Bali.(Photo/ist)

Denpasar, eNewskalteng.com –  Ragam seni budaya Kalimantan Tengah (Kalteng) mewarnai panggung budaya di Bali. Sejumlah penari muda menampilkan Tarian Adat Dayak Kalteng berkolaborasi dengan pertunjukan Tari Kecak Bali dalam acara “Harmoni Budaya Nusantara, Gelar Seni Bersama Palangka Raya Kalteng – Kuta Selatan Bali”.

Kegiatan yang dihadiri Wali Kota Palangka Raya beserta jajaran ini berlangsung di Panggung Budaya Praharsacitta, Desa Ungasan, kawasan Pantai Melasti Ungasan, Kabupaten Badung, Bali, Senin (15/12/2025).

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatakan, keikutsertaan para penari muda ini merupakan bentuk apresiasi atas prestasi yang telah mereka torehkan sebagai pemenang lomba kesenian tingkat nasional.

“Penampilan para penari muda di Pantai Melasti ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang mengharumkan nama Kota Palangka Raya di kancah nasional,” kata Farid didampingi Ketua TP PKK Palangka Raya, Avina Farid Naparin usai pertunjukan.

Dikatakannya, kehadiran tarian Dayak Kalteng di kawasan wisata Pantai Melasti juga menjadi sarana promosi seni dan budaya daerah ke pasar yang lebih luas.

“Mengingat pada seni pertunjukan Tari Kecak di Pantai Melasti ini disaksikan wisatawan mancanegara, maka penampilan penari muda bertalenta dari Palangka Raya ini sangat strategis untuk media promosi seni budaya kita secara langsung,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pementasan tersebut sebagai motivasi bagi generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan adat serta budaya Dayak. Selain itu, pengembangan seni dan budaya dinilai memiliki dampak ekonomi jangka panjang.

“Pengembangan seni dan budaya tentunya diharapkan menjadi investasi jangka panjang yang berdampak pada peningkatan PAD berkelanjutan. Contohnya seperti di Kabupaten Badung ini sekitar 80 persen PAD-nya dari sektor wisata dengan menyentuh angka triliunan rupiah. Harapannya Kota Palangka Raya bisa melakukan hal serupa,” ucap Fairid.

Dalam pementasan tersebut, rombongan seni Kota Palangka Raya menampilkan sejumlah tarian khas Dayak Kalteng di antaranya Tarian Wadian Dadas dan Tarian Mandau Apang. Pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan penampilan lantunan etnik Karungut Dayak, disusul lagu Tatu Hiang dan Oh Palangkaraya.

Rangkaian acara ditutup dengan tarian Manasai yang melibatkan seluruh pementas dari Palangka Raya, penari Kecak, serta wisatawan. Mereka menari bersama secara melingkar, berputar perlahan mengelilingi area pertunjukan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Palangka Raya, Iin Hendrayati Idris mengatakan, sebagai bentuk dukungan pihaknya akan memfasilitasi kerja sama kedua daerah dalam pengembangan seni dan budaya melalui Dewan Kesenian Daerah dan Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan (Listibiya).

Ia berharap kolaborasi antara Tari Kecak dan Tari Dayak Kalimantan Tengah ini dapat semakin memperkuat upaya pengembangan serta pelestarian seni dan adat budaya di Kota Palangka Raya. (Zen)

Penulis : Zendrato

Editor : Andi Kadarusman