BeritaEksekutifPemkab Katingan

Wakil Bupati Katingan Firdaus Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan

150
×

Wakil Bupati Katingan Firdaus Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Katingan, Firdaus saat menerima audiensi bersama pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Katingan dan jajaran Dinas Pendidikan.(Photo/ist)

Kasongan. eNewskalteng.com Wakil Bupati Katingan, Firdaus, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Katingan. Hal itu disampaikan saat audiensi bersama pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Katingan dan jajaran Dinas Pendidikan di Ruang Kerja Wakil Bupati, Senin (8/9/2025).

Firdaus menekankan pentingnya sinergi antara Pemkab Katingan dan PGRI guna memastikan semua anak memperoleh akses pendidikan yang merata. Ia mengakui tantangan masih besar, terutama bagi guru yang bertugas di pelosok dan wilayah blankspot. “Pendidikan menjadi prioritas kami, bahkan 20 persen APBD dialokasikan untuk sektor ini. Harapannya, Katingan bisa menjadi kota pendidikan seperti Yogyakarta,” ujarnya.

Ia menambahkan, potensi besar daerah, termasuk kawasan gambut di Tampelas dengan nilai diperkirakan mencapai Rp6 triliun, masih dalam tahap perencanaan untuk mendukung program bantuan perlengkapan sekolah gratis.

Firdaus juga menyoroti sekitar 40 persen wilayah Katingan yang belum memiliki akses internet. Kondisi ini, menurutnya, berdampak pada kesenjangan pendidikan di pelosok.

Wakil Ketua PGRI Katingan, Murjani, menyampaikan sejumlah usulan, di antaranya kebutuhan sekretariat, pemanfaatan aplikasi pemantauan guru, serta perhatian bagi guru di daerah hulu.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Katingan, Arianson, memaparkan kondisi pendidikan terkini sekaligus menegaskan visi-misi kepala daerah untuk mencetak SDM berkualitas dan berdaya saing. Pihaknya juga menyiapkan pemutakhiran data anak tidak bersekolah secara berkala dengan memanfaatkan sistem digital terintegrasi. “Langkah ini diharapkan mempercepat penyaluran bantuan pendidikan dan program pemerintah secara tepat sasaran,” jelas Arianson.

Firdaus menegaskan pendidikan di Katingan bersifat gratis tanpa pungutan. Targetnya, pada 2026 siswa SD kelas 1–3 sudah mampu membaca. Pemerintah juga berupaya meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam digitalisasi, mengingat mayoritas guru berusia di atas 40 tahun.

Sebagai dukungan, Pemkab Katingan menyediakan aula pendidikan secara gratis sebagai pusat kegiatan belajar tenaga pendidik. Dengan strategi ini, Firdaus optimistis kualitas pendidikan Katingan akan terus meningkat dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.(red)