Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, menegaskan saat memasuki masa transisi dari Sekolah Dasar ke jenjang Sekolah Menengah Pertama menjadi fase penting dalam pembentukan karakter anak karena mereka mulai memasuki usia remaja yang penuh rasa ingin tahu dan membutuhkan pendampingan yang tepat.
Pernyataan tersebut disampaikan Irawati saat menghadiri pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di di sejumlah sekolah, yakni MTsN 1 Sampit, SMP Negeri 1 Sampit, dan SMP Negeri 3 Sampit. “Ketika di sekolah dasar saat mereka masih dianggap anak-anak, mudah-mudahan ketika memasuki jenjang SMP mereka memiliki kemandirian, keberanian, karakter yang lebih baik, dan tentunya memiliki adab,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Ia mengatakan, kemandirian tidak hanya diukur dari prestasi belajar, tetapi juga dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari..Mulai dari bangun pagi sendiri, menyiapkan perlengkapan sekolah, hingga berangkat ke sekolah tanpa selalu bergantung kepada orang tua. Menurutnya, apabila rumah dekat dengan sekolah, siswa dapat mulai membiasakan berjalan kaki atau bersepeda. Sebaliknya, ia mengingatkan agar anak-anak yang belum memenuhi usia tidak menggunakan sepeda motor ke sekolah. “Jangan sampai menggunakan sepeda motor kalau memang belum cukup usia. Dari kemandirian itu akan terbentuk karakter yang kuat dan menjadi bekal menuju kesuksesan,” katanya.
Irawati menilai masa tiga tahun di SMP merupakan waktu yang singkat, namun menjadi fondasi penting sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Karena itu, ia meminta para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar dengan sungguh-sungguh, mematuhi seluruh tata tertib sekolah, serta menghormati guru sebagai orang tua di lingkungan pendidikan. “Kesuksesan itu berawal dari bagaimana mereka mengikuti proses belajar di sekolah dengan baik,” ucapnya.
Selain kepada siswa, Irawati juga mengingatkan para orang tua agar memberikan dukungan terhadap cita-cita anak tanpa memaksakan kehendak. Menurutnya, setiap anak memiliki minat dan potensi yang berbeda sehingga perlu diberikan ruang untuk menentukan pilihan pendidikan yang diinginkan. Ia mencontohkan putranya yang memilih sendiri melanjutkan pendidikan ke MTsN, sementara dirinya hanya memberikan dukungan penuh terhadap pilihan tersebut. “Orang tua sekarang cukup menjadi pendukung. Ikuti kemauan anak selama itu merupakan pilihan yang baik untuk masa depannya,” tuturnya. (man)












