BeritaPemkab Murung Raya

Wabub Mura Rahmanto Muhidin Dorong PMII Kobar Cetak Pemimpin Muda Berintegritas untuk Kemajuan Daerah

2
×

Wabub Mura Rahmanto Muhidin Dorong PMII Kobar Cetak Pemimpin Muda Berintegritas untuk Kemajuan Daerah

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, memberikan pembekalan kepada kader muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).(Photo/ist)

Pangkana Bun, eNewskalteng.com – Wakil Bupati Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah, Rahmanto Muhidin, memberikan pembekalan kepada kader muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Pembekalan tersebut disampaikan Rahmanto dalam rangkaian penutupan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) dan Pelatihan Kader Dasar (PKD) II Pengurus Cabang (PC) PMII Kabupaten Kotawaringin Barat di Pangkalan Bun, Minggu (13/9).

Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin photo bersama dengan para kader muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).(Photo/ist)

Dalam kesempatan itu, Rahmanto yang juga merupakan pembina Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Kalimantan Tengah menekankan pentingnya peran organisasi kemahasiswaan dalam membentuk karakter dan kapasitas generasi muda. Menurutnya, PMII memiliki posisi strategis sebagai wadah pembinaan mahasiswa agar memiliki kemampuan berorganisasi, wawasan kebangsaan, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. “PMII memiliki posisi yang strategis sebagai organisasi untuk membentuk karakter generasi muda agar matang dalam berorganisasi dan siap menghadapi berbagai kompleksitas zaman,” ujar Rahmanto.

Kehadiran Rahmanto dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memberikan motivasi kepada puluhan kader muda PMII. Dia menyampaikan materi kepemimpinan yang diarahkan untuk membangun semangat, keberanian, dan kapasitas kader dalam mengambil peran di tengah masyarakat. Bertempat di Gedung PC Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kotawaringin Barat, Rahmanto mendorong PMII agar tidak hanya menjadi tempat kader belajar berorganisasi, tetapi juga mampu menjadi wadah yang melahirkan calon pemimpin dengan integritas tinggi.

Dia berharap para kader sejak dini memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan pembangunan di daerah serta mampu memahami dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat. “Kader PMII tidak boleh sekadar menjadi penonton, tetapi harus tampil sebagai motor penggerak perubahan yang memiliki integritas moral dan intelektual tinggi,” tegasnya.

Ketua DPW PKB Kalimantan Tengah itu menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin beragam. Kondisi tersebut menuntut kader untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak berhenti belajar. Karena itu, Rahmanto meminta para peserta memanfaatkan proses kaderisasi di PMII untuk memperluas wawasan, memperdalam pemahaman kebangsaan, serta melihat berbagai persoalan dari sudut pandang yang lebih luas.

Menurut dia, kepemimpinan yang kuat tidak terbentuk secara instan. Seorang pemimpin membutuhkan proses panjang, pengalaman, ketekunan, dan kedisiplinan untuk membangun karakter yang tangguh. Rahmanto menilai loyalitas terhadap organisasi serta konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mental kepemimpinan. “Pemuda dan kader PMII merupakan calon pemimpin masa depan yang wajib mengawal kemajuan daerah dan membawa bangsa ini menuju kejayaan karena estafet kepemimpinan bangsa kelak berada di pundak pemuda saat ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rahmanto mengingatkan agar wawasan kepemimpinan yang diperoleh melalui proses kaderisasi tidak berhenti sebatas teori. Setiap kader harus mampu menerjemahkan pengetahuan dan pengalaman organisasi menjadi tindakan yang memberikan manfaat nyata. Dia menekankan bahwa keberadaan kader PMII harus mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan mendukung pembangunan di Kalimantan Tengah.

Pada akhir pembekalan, Rahmanto berpesan kepada para peserta dan alumni Mapaba maupun PKD II agar terus menjaga nilai-nilai perjuangan yang telah ditanamkan selama mengikuti proses kaderisasi. Dia berharap nilai tersebut dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga para kader PMII tidak hanya memiliki kemampuan organisasi, tetapi juga mampu hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dengan bekal tersebut, kader muda PMII diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah sekaligus mempersiapkan diri sebagai generasi penerus kepemimpinan di masa mendatang.(red)