PALANGKA RAYA, 23 Agustus (Xinhua), eNewskalteng.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terus diperkuat menyusul munculnya sejumlah titik api baru di beberapa wilayah pada Sabtu (22/8/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat adanya tambahan titik api selain lokasi yang masih dalam proses penanganan sejak hari sebelumnya. Tim gabungan yang berada di lapangan juga menemukan sejumlah titik kebakaran baru yang tersebar di wilayah kota. Kondisi tersebut mendorong peningkatan operasi pemadaman, terutama di tengah musim kemarau yang menyebabkan lahan di sejumlah kawasan menjadi lebih mudah terbakar.
Petugas gabungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), BPBD, serta dinas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran dan mencegah api meluas ke kawasan lain. Di sejumlah lokasi, petugas harus menghadapi kondisi lahan yang sulit dijangkau serta kepulan asap yang cukup tebal. Upaya pemadaman dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi medan dan arah penyebaran api.
Karhutla yang terjadi di sejumlah kecamatan di Palangka Raya menjadi perhatian karena luas lahan terdampak terus bertambah. Ratusan titik api juga terdeteksi selama periode musim kemarau tahun ini. Pemerintah pusat turut memberikan dukungan terhadap upaya penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah. Melalui Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, bantuan berupa armada pemadaman dari udara maupun darat telah dikerahkan untuk memperkuat operasi di lapangan. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman, khususnya pada wilayah yang memiliki tingkat kesulitan tinggi apabila hanya ditangani dengan kekuatan personel darat.
Selain melakukan pemadaman, tim gabungan terus memantau kawasan yang telah terbakar untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Kondisi lahan yang kering selama musim kemarau berpotensi menyebabkan api kembali menyala apabila bara belum sepenuhnya padam. Peningkatan operasi penanganan karhutla juga menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mengurangi dampak kebakaran terhadap masyarakat dan lingkungan, termasuk potensi gangguan kualitas udara akibat asap.
Dengan bertambahnya titik api baru, koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas pemadam, dan unsur terkait terus diperkuat. Masyarakat juga diharapkan turut berperan dalam mencegah kebakaran dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api di lahan kering.(red)












