SHANGHAI, 20 Agustus (Xinhua), enewskalteng.com – Produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla, mengintegrasikan model bahasa besar (large language model/LLM) Doubao yang dikembangkan perusahaan teknologi China ByteDance ke dalam kendaraan yang dipasarkan di China Daratan. Menurut Tesla China, integrasi tersebut menghadirkan sistem suara cerdas yang dirancang untuk memberikan pengalaman interaksi lebih natural kepada pengguna.
Fitur suara tersebut dapat diaktifkan dengan menekan dan menahan tombol perintah suara pada kemudi. Setelah aktif, pengguna dapat berinteraksi dengan sistem melalui berbagai jenis percakapan dan aktivitas berbasis suara. Sejumlah kemampuan yang tersedia antara lain percakapan santai, bernyanyi, bercerita, permainan peran karakter, latihan percakapan bahasa Inggris, hingga kemampuan memahami dan merespons perdebatan.
Pengguna juga dapat memilih secara acak dari empat karakter suara dan lima mode pengoperasian yang tersedia. Teknologi tersebut menggunakan model dialog Doubao secara real-time yang dipadukan dengan kerangka interaksi suara end-to-end. Penggabungan teknologi ini membuat sistem infotainmen Tesla tidak lagi sekadar berfungsi sebagai perangkat tanya-jawab seperti sistem komunikasi konvensional.
Dengan kemampuan tersebut, interaksi antara pengemudi dan sistem kendaraan dirancang menjadi lebih fleksibel, alami, serta responsif terhadap kebutuhan pengguna. Langkah Tesla tersebut menambah daftar produsen otomotif global yang memanfaatkan teknologi AI buatan perusahaan China dalam pengembangan sistem kendaraan pintar.
Sebelumnya, produsen otomotif Jerman Mercedes-Benz memperluas kerja sama dengan ByteDance pada September 2025 untuk mengintegrasikan model bahasa besar Doubao ke dalam kendaraan listriknya. Perkembangan integrasi AI pada kendaraan berlangsung seiring dengan semakin pesatnya kemajuan industri model kecerdasan buatan (AI) di China.
Sejumlah perusahaan teknologi China dalam beberapa waktu terakhir memperkenalkan model AI dengan kemampuan yang semakin beragam. Alibaba, misalnya, meluncurkan model bahasa besar Qwen3.8-Max pada 3 Agustus. Model tersebut dikembangkan dengan kemampuan yang lebih maju dalam pengodean, penyelesaian pekerjaan di dunia nyata, serta kegiatan penelitian.
Sementara itu, perusahaan rintisan AI Moonshot AI pada Juli memperkenalkan model Kimi K3. Perusahaan tersebut menyebut model dengan 2,8 triliun parameter itu sebagai model AI sumber terbuka dengan jumlah parameter terbesar di dunia. Perkembangan tersebut menunjukkan semakin kuatnya persaingan sekaligus kolaborasi dalam ekosistem AI China. Sejumlah pakar menilai perkembangan model AI sumber terbuka di China mulai bergerak dari pencapaian yang bersifat individual menuju kemajuan yang lebih kolektif. Tren tersebut dinilai turut membuka pendekatan baru dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi AI secara global, termasuk untuk mendukung inovasi pada industri otomotif dan kendaraan pintar.(red)












