JAKARTA, 3 November (Xinhua), eNewskalteng.com – Merek kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD dan Wuling, semakin menarik perhatian konsumen milenial dan Generasi Z dari kelompok ekonomi menengah atas di Indonesia. Keduanya masuk dalam jajaran merek yang diminati calon pembeli mobil listrik berdasarkan studi Populix tahun 2026. Riset bertajuk Decoding Indonesia’s Upper Middle MZs Consumer Signals in the Passenger Car Market tersebut melibatkan 800 responden dari kalangan konsumen mobil kelas menengah atas. Seluruh peserta survei diketahui memiliki kendaraan pribadi dan telah membeli mobil dalam lima tahun terakhir.
Associate Research Director Populix Susan Adi Putra menjelaskan bahwa kendaraan berbahan bakar konvensional masih mendominasi pasar otomotif nasional. Meski demikian, ketertarikan terhadap mobil listrik dan kendaraan hibrida terus menunjukkan perkembangan. Sekitar satu dari lima responden menyatakan tertarik memiliki kendaraan listrik maupun hibrida. Minat tersebut terutama terlihat pada kelompok milenial muda dan Gen Z berusia 25 hingga 35 tahun. “Sekitar seperempat responden bahkan mengaku sangat tertarik untuk membeli mobil listrik, khususnya merek BYD, Hyundai, dan Wuling,” kata Susan dalam komunikasi elektronik dengan Xinhua pada Selasa (3/11).
Susan menambahkan, kekhawatiran konsumen terhadap ketersediaan infrastruktur pengisian daya kini mulai berkurang. Kondisi ini berbeda dengan hasil penelitian Populix tahun sebelumnya, ketika fasilitas pengisian daya masih menjadi salah satu pertimbangan utama dalam keputusan membeli mobil listrik.
Dari sisi citra merek, BYD dinilai unggul dalam inovasi dan penerapan teknologi modern. Konsumen mengaitkan merek tersebut dengan teknologi mutakhir serta desain kendaraan berkelas premium.
Sementara itu, Wuling memiliki posisi tersendiri sebagai salah satu pelopor kendaraan listrik di pasar Indonesia. Desain modern juga menjadi daya tarik bagi konsumen yang mempertimbangkan produk Wuling, Hyundai, maupun BYD. Hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa keputusan pembelian kendaraan semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, inovasi, dan kepercayaan terhadap produsen. Performa kendaraan, tampilan futuristik, kualitas produk, serta reputasi global juga menjadi faktor yang diperhitungkan.
Di tengah perubahan preferensi konsumen, industri otomotif nasional turut mencatat pertumbuhan penjualan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil pada Januari-September 2026 meningkat 21 persen secara grosir (wholesale) dan 15,4 persen secara ritel dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan terutama terjadi pada Agustus dan September. Survei Populix juga menemukan bahwa enam dari 10 calon pembeli yang berencana membeli mobil dalam satu tahun mendatang akan menggunakannya sebagai kendaraan tambahan. Rata-rata anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp493 juta, mendekati batas atas kategori pasar menengah yang berada pada kisaran Rp200 juta hingga Rp500 juta.
Dalam hal kepuasan pelanggan, Toyota, Hyundai, dan Daihatsu masih menempati tiga posisi teratas di antara merek yang diteliti. Namun, BYD dan Wuling mulai menunjukkan persaingan yang semakin kuat dalam menarik perhatian konsumen. Ke depan, tantangan bagi produsen mobil asal Tiongkok adalah mengubah tingginya minat pasar menjadi pengalaman penggunaan yang memuaskan sekaligus mendorong konsumen mengambil keputusan pembelian.(red)












