JAKARTA, 3 November (Xinhua), eNewskalteng.com – Kemampuan berbahasa Mandarin semakin diminati generasi muda Indonesia karena dinilai dapat membuka kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus memperluas peluang karier. Antusiasme tersebut terlihat dalam penyelenggaraan 2026 11th Indonesia HSK Study in China and Career Expo di Jakarta pada 1 November 2026. Pameran ini menghadirkan 21 universitas asal Tiongkok, termasuk Universitas Peking dan Universitas Tsinghua, serta dikunjungi sekitar 3.000 pelajar, pembelajar bahasa Mandarin, dan orang tua.

Salah satu pengunjung, Calysta Jacqueline Wijaya (16), datang untuk mencari informasi mengenai persyaratan masuk perguruan tinggi di Tiongkok. Siswi SMA tersebut bercita-cita mengambil jurusan farmasi agar nantinya dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk membantu masyarakat di Indonesia. “Saya ingin belajar farmasi di Tiongkok,” kata Calysta kepada Xinhua. Saat ini, dia juga berupaya meningkatkan nilai Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK) atau Tes Kemahiran Bahasa Mandarin sebagai persiapan mendaftar ke universitas.
Keinginan serupa dimiliki Richard Dharma Hungnata (15), teman sekelas Calysta yang telah mempelajari bahasa Mandarin sejak kelas satu SD. Kemampuan berbahasanya kini cukup baik untuk berkomunikasi dengan lancar. Setelah beberapa kali mengunjungi Beijing, Shanghai, dan kota-kota lainnya di Tiongkok, Richard semakin tertarik melanjutkan pendidikan di negara tersebut. Dengan ketertarikan pada matematika dan fisika, dia berencana mengambil bidang teknik. Richard juga menargetkan mengikuti ujian HSK setelah duduk di kelas dua SMA untuk memperoleh skor yang dapat mendukung pendaftaran ke perguruan tinggi pilihannya.
Guru bahasa Mandarin mereka, Zheng Wenting, yang juga mengelola pusat pendidikan bahasa Mandarin di Indonesia, mengatakan minat masyarakat terhadap pembelajaran bahasa tersebut terus bertumbuh. Menurut Zheng, semakin banyak orang tua yang mendorong anak-anak mereka mempelajari bahasa Mandarin. Tidak sedikit pula pelajar yang mulai mempertimbangkan Tiongkok sebagai tujuan pendidikan tinggi.
Perkembangan tersebut tercermin dari peningkatan jumlah peserta didik di lembaganya. Jika satu angkatan sekitar 10 tahun lalu hanya diikuti 50 siswa, kini jumlahnya hampir mencapai 500 orang. Peningkatan minat tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Mandarin semakin menjadi bagian dari persiapan pendidikan dan perencanaan masa depan generasi muda Indonesia.
Manfaat penguasaan bahasa Mandarin juga dirasakan oleh Dexter Godwin, lulusan Universitas Perminyakan Tiongkok di Beijing. Setelah menyelesaikan pendidikan teknik perminyakan pada 2025, dia berhasil memperoleh pekerjaan di perusahaan minyak yang beroperasi di Indonesia. Dexter mengaku tertarik kuliah di Tiongkok setelah mengetahui keunggulan universitas tersebut dalam bidang teknik perminyakan melalui informasi daring. Selama empat tahun menempuh pendidikan, dia tidak hanya mendapatkan pengetahuan profesional, tetapi juga mengembangkan kemampuan bahasa Mandarin. “Saya merasa beruntung telah belajar di Universitas Perminyakan Tiongkok selama empat tahun dan dapat mempraktikkan apa yang telah saya pelajari,” ujarnya. Dia juga mengapresiasi kualitas pendidikan dan dukungan para pengajar selama menjalani perkuliahan.
Seiring meningkatnya kerja sama Indonesia dan Tiongkok di sektor perdagangan, infrastruktur, energi, dan bidang lainnya, kebutuhan terhadap tenaga profesional yang memiliki keahlian khusus serta kemampuan berbahasa Mandarin turut membuka peluang pekerjaan yang lebih luas. Data Chinese Testing International Co., Ltd. mencatat, sejak ujian HSK diperkenalkan di Indonesia pada 2001, telah terbentuk 56 pusat pengujian dengan jumlah peserta kumulatif lebih dari 300.000 orang. Pada 2026, Indonesia menempati posisi keempat dunia berdasarkan jumlah peserta ujian HSK.
Wakil Manajer Umum Chinese Testing International Co., Ltd. Liu Xiaolong mengatakan pembelajaran bahasa Mandarin, kesempatan menempuh pendidikan di Tiongkok, dan pengembangan karier kini semakin berkaitan erat. Sementara itu, Konselor Pendidikan Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia Chen Wu menilai pertukaran pemuda menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat persahabatan kedua negara. Dia juga menyampaikan bahwa Tiongkok menyambut kehadiran lebih banyak generasi muda Indonesia untuk mengenal negaranya melalui pengalaman pendidikan secara langsung.(red)












