BeritaEksekutifPemkab PalangkarayaPeristiwa

Ritual Mamapas Lewu, Jaga Harmoni dan Kelestarian Budaya

111
×

Ritual Mamapas Lewu, Jaga Harmoni dan Kelestarian Budaya

Sebarkan artikel ini
Ritual Mamapas Lewu di halaman kantor Disparbudpora Palangka Raya.(Photo/zen)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) menggelar Ritual Mamapas Lewu di halaman kantor Disparbudpora, Jumat (5/12/2025). Kegiatan adat tahunan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini yang turut melakukan penanaman kepala kerbau sebagai simbol prosesi penyucian.

Prosesi penanaman kepala kerbau tersebut dilakukan di halaman kantor Disparbudpora disaksikan tokoh adat, jajaran perangkat daerah, serta masyarakat yang hadir. Zaini menuturkan bahwa ritual tersebut merupakan bagian penting dari tradisi Mamapas Lewu yang melambangkan permohonan perlindungan dan keselamatan bagi Kota Palangka Raya.

“Ini adalah tanda dimulainya ritual. Sebuah simbol bahwa kita berharap kota ini selalu dijaga dari segala bentuk gangguan, baik yang terlihat maupun tidak terlihat,” ujarnya.

Zaini menyampaikan rasa syukur karena tradisi Mamapas Lewu kembali dapat dilaksanakan sebagai wujud pembersihan daerah demi terciptanya kedamaian dan keberkahan bagi masyarakat Kota Palangka Raya.

Ia menjelaskan bahwa rangkaian ritual seperti Maarak Sahur dan Menggantung Sahur Lewu merupakan bentuk rasa syukur sekaligus doa agar Kota Palangka Raya selalu terhindar dari berbagai hal negatif, baik yang disebabkan oleh tindakan manusia maupun pengaruh lainnya. Menurutnya, ritual ini menjadi pengingat bahwa keharmonisan hidup hanya bisa tercapai apabila hubungan antara manusia dan alam terjaga dengan baik.

“Mamapas Lewu bukan sekadar ritual adat, tetapi simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi identitas masyarakat kita. Di dalamnya terkandung semangat gotong royong, kerukunan, dan keikhlasan yang perlu terus kita hidupkan,” kata Zaini.

Zaini juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk turut melestarikan tradisi budaya agar tidak hilang oleh perkembangan zaman. Ia menekankan bahwa budaya lokal harus tetap dihidupkan dalam keseharian, bukan hanya menjadi seremonial tahunan.

“Budaya adalah kekuatan daerah. Ia mengikat kita dalam persatuan dan menjadi penanda jati diri kita sebagai masyarakat Palangka Raya,” tegas Zaini.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Palangka Raya terus berkomitmen mendukung pengembangan seni dan budaya melalui pembinaan sanggar, penyelenggaraan acara budaya, hingga penguatan kawasan-kawasan budaya. Upaya ini dilakukan untuk memastikan tradisi lokal tetap berkembang dan dicintai oleh masyarakat.

“Semoga Mamapas Lewu tahun ini membawa keberkahan, menjauhkan kita dari marabahaya, dan memperkuat harmoni kehidupan masyarakat. Mari kita jaga persatuan dan semangat kebersamaan,” pungkas Zaini. (Zen)

Penulis : Zendrato

Editor : Andi Kadarusman