Yogjakarta, eNewskalteng.com – Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, meraih penghargaan bergengsi “Tunas Inspirasi” pada ajang Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 yang digelar di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (2/7/2026). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada kepala daerah dan pemimpin daerah yang menunjukkan komitmen awal yang kuat dalam pengembangan sektor pendidikan melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan kebijakan berbasis kebutuhan lapangan.
Sebelumnya, Rahmanto Muhidin hadir sebagai narasumber dalam forum KPI 2026 dan memaparkan berbagai strategi Pemerintah Kabupaten Murung Raya dalam menjawab tantangan pemerataan pendidikan, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau. Dalam pemaparannya di hadapan para pejabat nasional, termasuk Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifah Choiri Fauzi, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Rahmanto menekankan pentingnya perencanaan anggaran pendidikan berbasis data atau data-driven budgeting.
Ia menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan pendidikan di Murung Raya disusun dengan mempertimbangkan kondisi geografis, tingkat kemiskinan, serta hasil verifikasi lapangan agar distribusi anggaran lebih tepat sasaran, terutama untuk wilayah terpencil. Rahmanto juga memaparkan tantangan fiskal yang dihadapi daerah pada tahun 2026, terutama penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) sektor sumber daya alam yang cukup signifikan. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk mencari strategi alternatif dalam menjaga keberlanjutan program pendidikan.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat kemitraan dengan sektor swasta melalui optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yang diarahkan untuk mendukung beasiswa, peningkatan fasilitas pendidikan, serta penyediaan sarana belajar di daerah. Selain itu, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Murung Raya dalam memperhatikan wilayah pedalaman dan masyarakat adat melalui kebijakan anggaran yang berpihak serta berbasis kinerja (outcome based).
Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan angka partisipasi sekolah dan penurunan angka putus sekolah. Penghargaan Tunas Inspirasi ini menjadi pengakuan nasional atas upaya Murung Raya dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada pemerataan akses hingga ke wilayah terpencil. Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Murung Raya sebagai daerah yang terus berupaya mendorong transformasi pendidikan melalui kolaborasi lintas sektor dan inovasi kebijakan daerah.(red)












