BeritaEksekutifPemkab PalangkarayaPeristiwa

Progress dan LSM Soroti Krisis Ruang Aman Perempuan di Palangka Raya

131
×

Progress dan LSM Soroti Krisis Ruang Aman Perempuan di Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
Kegiatan tahunan memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP)(Photo/zen)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Memperingati kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP), Palangka Raya Ecological and Human Rights Studies (Progress) kembali menggelar agenda tahunan bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil. Kegiatan tersebut berlangsung dalam bentuk diskusi publik di salah satu kedai kopi Kota Palangka Raya pada Rabu (10/12/25).

Dalam forum itu, Progress menyoroti kondisi ruang aman bagi perempuan yang dinilai semakin tergerus. Ketidakadilan berbasis gender, menurut mereka, masih terjadi di berbagai lapisan masyarakat dan beragam sektor pekerjaan.

Perwakilan Progress, Suari, menjelaskan bahwa diskusi ini menjadi wadah pertemuan antara buruh, akademisi, komunitas, serta masyarakat urban untuk membuka pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kekerasan seksual dan diskriminasi gender. “Masih banyak hal yang perlu diketahui publik mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual serta praktik ketidakadilan gender yang sering kali luput dari perhatian,” ujar Suari, Kamis (11/12/25) malam.

Ia mengungkapkan, temuan di lapangan menunjukkan bahwa kasus kekerasan tidak hanya berlangsung dalam lingkup domestik, tetapi juga terjadi di tempat kerja seperti perkebunan, kampus, hingga sekolah. Menurutnya, situasi tersebut memperlihatkan bahwa perempuan belum sepenuhnya mendapatkan perlindungan yang layak.

Suari menegaskan bahwa peringatan HAKTP bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mendesak pemerintah memperkuat implementasi hukum yang sudah ada. Ia berharap kebijakan terkait penanganan kekerasan seksual dapat diterapkan lebih cepat dan lebih efektif. “Kesadaran publik memang meningkat, tetapi faktanya banyak ruang yang masih tidak aman bagi perempuan. Inilah alasan kami mengadakan diskusi ini,” tutupnya.(Zen)

Penulis : Zendrato

Editor: Andi Kadarusman