BeritaNasional

Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Lebih Banyak Investasi dan Bisnis dari China

1
×

Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Lebih Banyak Investasi dan Bisnis dari China

Sebarkan artikel ini
Presiden Indonesia Prabowo Subianto bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China, serta Menteri Pertahanan China Dong Jun di kediaman resminya di Jakarta, pada 21 Agustus 2026. (Xinhua/Cen Yunpeng)

JAKARTA, 22 Agustus (Xinhua), eNewskalteng.com – Presiden Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia menyambut baik semakin banyak perusahaan China yang ingin menanamkan modal dan mengembangkan kegiatan bisnis di Indonesia.

Pemerintah Indonesia, kata Prabowo, akan terus menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi investor China. Ia juga menegaskan penolakan terhadap berbagai bentuk provokasi maupun upaya penggiringan opini yang dilakukan dengan niat buruk terhadap hubungan kedua negara. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menerima Menteri Luar Negeri China Wang Yi, yang juga anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China, serta Menteri Pertahanan China Dong Jun di kediaman resminya di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo memberikan apresiasi terhadap perkembangan Mekanisme Dialog Strategis Komprehensif Indonesia-China serta mekanisme dialog 2+2 yang dinilai berperan dalam memperkuat komunikasi dan kerja sama bilateral.

Prabowo juga menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan China dalam beberapa dekade terakhir. Menurutnya, keberhasilan China mengentaskan ratusan juta penduduk dari kemiskinan serta pencapaian di bidang ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, maupun pertahanan dapat menjadi pembelajaran bagi negara-negara Global South.

Ia menilai hubungan Indonesia-China dibangun berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menghormati. Prabowo juga mengapresiasi kepercayaan serta dukungan yang selama ini diberikan China kepada Indonesia. “Indonesia berharap dapat memperdalam kerja sama strategis secara menyeluruh dengan China di berbagai bidang seperti politik, ekonomi dan iptek,” ujar Prabowo.

Presiden Indonesia itu juga menyampaikan harapannya untuk menghadiri Pertemuan Pemimpin Ekonomi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang dijadwalkan berlangsung di Shenzhen pada November 2026. Kehadiran tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi serta kerja sama strategis antara kedua negara.

Sementara itu, Wang Yi mengatakan hubungan China dan Indonesia memiliki prospek kerja sama yang semakin luas. Ia menilai Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo telah menghadapi berbagai tantangan dan kini memasuki fase pembangunan yang berkembang pesat. Menurut Wang, China dan Indonesia memiliki kesamaan tujuan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan kebangkitan berkelanjutan negara-negara berkembang seperti China dan Indonesia,” kata Wang.

Wang juga menyebut kedua negara memiliki keunggulan yang saling melengkapi. China, menurutnya, siap menjadi mitra jangka panjang dan stabil bagi Indonesia dalam menjalankan agenda pembangunan nasional. Ia mengatakan China memiliki kemampuan sekaligus kemauan untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia, termasuk membantu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dan mempercepat industrialisasi serta modernisasi. Wang menekankan bahwa keterbukaan dan kerja sama menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan suatu negara. Sebaliknya, kebijakan yang mengarah pada isolasi berisiko membuat suatu negara tertinggal dalam perkembangan global.

Di tengah situasi internasional yang semakin dinamis dan tantangan eksternal yang kian kompleks, Wang menilai China dan Indonesia perlu memperkuat solidaritas, meningkatkan kepercayaan, serta memperluas kerja sama. Menurutnya, kedua negara dapat menjadi contoh bagi negara-negara Global South dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan tetap menjunjung keterbukaan dan kepentingan bersama.

Wang menyatakan China siap bekerja sama dengan Indonesia untuk mengimplementasikan berbagai kesepakatan penting yang telah dicapai kedua kepala negara, termasuk hasil Konferensi Pertama Mekanisme Dialog Strategis Komprehensif China-Indonesia dan pertemuan tingkat menteri kedua mekanisme dialog 2+2. Kedua pihak juga sepakat terus mendorong kerja sama secara luas, mencakup bidang politik, ekonomi, energi dan sumber daya mineral, serta pertahanan dan keamanan.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya memberikan dorongan baru bagi pembangunan nasional kedua negara, tetapi juga berkontribusi terhadap terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan.(red)