Jakarta, eNewskalteng.com – Sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam Prov. Kalimantan Tengah, seperti Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Lembaga Da’wah Islam Indonesia (LDII), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Wilayah Muhammadiyah secara bersamaan sempat menjenguk kondisi kesehatan Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran saat di rawat di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, Jum’at (9/1/2026) lalu. ‘’Kini kondisi kesehatan Gubernur Kalteng yang sebelumnya mengalami penyakit maag akut, sudah betul-betul pulih dan sehat, ‘’ ujar ketua Pengurus Muhammadiyah Kalteng Prof. Dr. H. Muhammad Syar’I kepada media ini, Selasa (13/1/2026), melalui pesan WhatsApp.
Menurut M. Syar’i, saat membesuk Gubernur Kalteng yang dirawat di Rumah Sakit Medistra, Jakarta dirinya bersama-sama dengan Ketua Tanfidziah Nahdlatul Ulama Kalteng Dr.HM. Wahyudi F. Dirun, Ketua Rois Syuriah PWNU H. Chairuddin Halim, Khatib Syuriah PWNU H. Abdul Wahid, AHA, Ketua PW Muhammadiyah H.Muhammad Syar’i dan H. Abu Bakar, Ketua LDII Kalteng Nur Prayudi, Pengurus PWNU Maskur, serta turut pula hadir Mantan Kepala Biro LKBN ANTARA Jawa Timur yang kini menduduki jabatan baru sebagai Direktur Bisnis LKBN ANTARA Pusat Rahmat Hidayat.
‘’Alhamdulillah Gubernur H. Agustiar Sabran, kini kondisi kesehatannya sudah mulai sehat dan kita tetap berdoa dan berharap beliau betul betul sehat wal afiat, segar bugar seperti sedia kala,’’ kata M. Syar’i.
Menurutnya, sebagai Gubernur tentu beliau merasa banyak tugas dan tanggungjawab yang harus dilaksanakan dan itu wajar saja. Namun demikian, sebagai manusia biasa tentu ada keterbatasan kemampuan fisik dan mental, karena itu, ke depannya kita menyarankan dan tentu beliau juga sdh memikirkannya agar dlm melaksanakan amanah, tugas dan tanggungjawab tersebut dapat mempertimbangkan juga kapasitas dan keterbatasan diri sebagai manusia biasa, apalagi jika dikaitkan dgn masa tugas beliau minimal 4 tahun lagi.
‘’Masyarakat Kalteng tentu memahami bahwa beliau telah dan akan selalu bekerja keras untuk kemaslahatan masyarakat Kalteng khususnya, namun demikian kondisi dan diantara kebijakan pemerintah pusat hari ini berbeda dgn sebelumnya, misalnya terjadinya pengurangan transfer dana pusat ke daerah, yang sudah barang tentu mendorong Gubernur berpikir dan bekerja lebih keras lagi guna mengejar target pembangunan, namun kita berharap beliau tetap mempertimbangkan keterbatasan diri sebagai manusia biasa,’’ pungkas M. Syar’i.(kaer)












