Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Sebanyak 75 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMP atau sederajat se-Kabupaten Kotawaringin Timur mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi, sebagai upaya membentuk generasi berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan jaman.
Dalam sambutan Sekretaris Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Cipto Utama, menekankan peningkatan kompetensi guru PAI memiliki peran strategis dalam mendukung visi pembangunan daerah menuju Kotim unggul 2045, khususnya dalam menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak mulia, Senin (20/4/2026).
“Kalau mencari orang pintar banyak, tetapi siswa yang berakhlak masih menjadi PR kita semua. Oleh karena itu melalui peningkatan guru PAI ini diharapkan, siswa-siswi menjadi insan yang berakhlak mulia, selalu menjalankan ajaran agama dengan benar,” tandas Cipto.
Ia juga mendorong para guru untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari siswa, termasuk kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya, serta mendorong siswa laki-laki untuk melaksanakan salat berjamaah di masjid. Menurutnya, peran guru harus didukung oleh keterlibatan orang tua di rumah agar pembinaan karakter anak berjalan optimal. “Ini tidak terlepas juga dari peran aktif orang tua. Di rumah orang tua diharapkan bisa mengawasi anak-anak kita, sehingga pendidikan karakter bisa berjalan seimbang antara sekolah dan keluarga,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Kotim, Edi Sucipto, menjelaskan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan meningkatkan kapasitas guru PAI, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).Selain itu agar guru PAI punya kontribusi maksimal terhadap pengembangan karakter siswa di sekolah. “Peserta kita ada 75 guru agama Islam khusus untuk SMP Negeri se-Kabupaten Kotim. Harapannya guru PAI menjadi pendobrak untuk memastikan siswa-siswa di sekolah adalah siswa yang berkarakter dan punya akhlakul karimah, dengan fokus utama pada penguatan karakter siswa melalui pembelajaran yang lebih inovatif,” jelasnya.
Sedangkan materi ditekankan yang berkaitan dengan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tentang struktur kurikulum yang tidak berubah, tetapi diminta untuk menambahkan mode pendekatan deep learning. Jadi materi PAI dikolaborasikan dengan implementasi pembelajaran mendalam di kelas. “Dengan sinergi antara peningkatan kompetensi guru, dukungan orang tua, dan kebijakan pendidikan yang tepat, Disdik Kotim optimistis dapat mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral menuju Indonesia yang lebih baik,” pungkas Edi Sucipto. (man)












