BeritaEkonomiEksekutifPemprov Kalimantan Tengah

Pemprov Kalteng dan Ditjen KSDAE Matangkan Strategi Pengelolaan TAHURA IMSB Melalui Dokumen Blok

110
×

Pemprov Kalteng dan Ditjen KSDAE Matangkan Strategi Pengelolaan TAHURA IMSB Melalui Dokumen Blok

Sebarkan artikel ini
Kegiatan pembahasan dan penilaian Dokumen Blok Taman Hutan Raya (TAHURA) IMSB.(Photo/ist)

Bogor, eNewskalteng.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola kawasan hutan di wilayahnya. Langkah ini dibuktikan dengan diselenggarakannya agenda krusial berupa pembahasan dan penilaian Dokumen Blok Taman Hutan Raya (TAHURA) Isen Mulang Sebangau Berkah (IMSB).

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (20/1/2026) di Hotel Swiss Bellin Bogor ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah dengan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Instrumen Vital bagi Masa Depan Kawasan

Penyusunan dokumen blok bukan sekadar urusan administratif belakangan ini. Dokumen tersebut merupakan instrumen hukum dan teknis yang akan menentukan bagaimana TAHURA IMSB dikelola hingga bertahun-tahun ke depan. Tanpa pembagian blok yang jelas, sebuah kawasan konservasi rentan terhadap konflik pemanfaatan lahan dan ketidakpastian tata kelola.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, melalui Kepala Bidang Perlindungan dan KSDAE, Fritno, menegaskan bahwa penetapan blok ini adalah “pintu masuk” bagi segala aktivitas legal di dalam kawasan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal TAHURA IMSB memiliki peruntukan yang jelas. Melalui pembahasan ini, kita meletakkan pondasi agar rencana pengelolaan kawasan tetap setia pada kaidah konservasi namun tidak kaku dalam memberikan manfaat bagi manusia,” ujar Fritno saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatan.

Menyeimbangkan Ekologi dan Kesejahteraan Sosial

Salah satu poin sentral dalam pembahasan di Bogor ini adalah aspirasi agar TAHURA IMSB memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Forum ini menggodok bagaimana pembagian blok dapat mencakup:

  1. Pelestarian Ekosistem: Melindungi habitat flora dan fauna endemik Kalimantan agar tetap terjaga dari ancaman kerusakan.

  2. Pemberdayaan Masyarakat: Membuka ruang bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam pengelolaan jasa lingkungan, seperti ekowisata atau pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK).

  3. Pendidikan dan Riset: Menjadikan TAHURA sebagai laboratorium alam yang dapat dimanfaatkan oleh akademisi dan peneliti.

Output yang Diharapkan

Forum yang menghadirkan para ahli dari Ditjen KSDAE ini diharapkan mampu melahirkan masukan yang konstruktif dan tajam. Masukan-masukan tersebut akan digunakan untuk menyempurnakan dokumen sehingga menjadi panduan yang komprehensif dan implementatif di lapangan.

Dengan adanya kesepakatan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui Ditjen KSDAE, TAHURA IMSB diharapkan dapat menjadi model pengelolaan taman hutan raya yang sukses di Indonesia—di mana kelestarian hutan dan kesejahteraan rakyat berjalan beriringan tanpa saling meniadakan.(Zen)

Penulis : Zendrato

Editor : Andi Kadarusman